Suara.com - KPAI menerima sejumlah pengaduan melalui akun Facebook KPAI maupun aplikasi WhatsApp terkait kasus dugaan persekusi di salah satu SD Negeri di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam tulisan yang viral tersebut dinyatakan bahwa siswa SB mengalami kekerasan dari teman sebayanya dengan menggunakan ujung pena dan dijuluki Ahok.
“Setelah menerima pengaduan, KPAI segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk meminta klarifikasi,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Selasa (31/10/2017).
Dari informasi yang diterima KPAI, saat itu sedang berlangsung mediasi antara orangtua ananda SB termasuk pamannya, pihak sekolah, dan pengawas sekolah. Belakangan pihak Polsek setempat juga datang ke sekolah. Sayangnya saat KPAI tiba di sekolah, pertemuan tersebut sudah selesai dan para pihak sudah meninggalkan lokasi.
Saat KPAI meminta informasi hasil mediasi, ternyata tidak ada poin-poin kesepakatan. KPAI menduga hal tersebut bukan mediasi tapi klarifikasi. Satu-satunya informasi yang muncul adalah, bahwa ibunda SB meminta kasus ini tidak diperpanjang.
KPAI menyayangkan saat mediasi tersebut, SB ada dalam ruangan dan diduga juga ada pihak media massa yang ikut di dalamnya. Retno mengatakan, pihak sekolah mengaku banyak tidak mengenali pihak-pihak yang hadir tersebut.
“Sesampai di sekolah, KPAI segera meminta keterangan pihak-pihak terkait di sekolah, seperti Kepala Sekolah, wali kelas, guru agama Ananda SB, dan juga pengawas sekolah. Secara kebetulan, rombongan dinas pendidikan provinsi DKI Jakarta juga sudah tiba di lokasi,” kata Retno.
KPAI akan melakukan kunjungan ke rumah untuk menemui SB dan keluarganya di hari lain. KPAI dengan kasus ini dan akan mendalami.
“Jika memang ananda SB membutuhkan pemulihan secara psikologis untuk mengatasi trauma healingnya maka KPAI akan merujuk P2TP2A Jakarta untuk mendampingi. Jika memang ada luka pada tubuh ananda SB maka KPAI akan merujuk pada Rumah Sakit terdekat untuk pengobatan. Selain itu, LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) juga sempat berkoordinasi dengan KPAI untuk pendampingan ananda SB dan keluarga jika dibutuhkan,” kata Retno.
Baca Juga: Ahok Ternyata Sempat Ingin Tutup 'Kolam Cetek' Alexis
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara
-
PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?
-
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR