Suara.com - Agus Harimurti Yudhoyono semakin sering melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh politik. Agus serius terjun ke dunia politik setelah kalah di Pilkada DKI Jakarta tahun lalu.
Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2017).
"Kan bagus, generasi muda lebih banyak bertemu dengan senior seniornya, dengan yang tentunya negarawan yang sudah pernah memerintah di negeri ini, itu kan rasanya bagus," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, di Senayan, Jakarta, Rabu (1/11/2017).
Pernyataan Agus menanggapi safari politik yang makin sering dilakukan oleh Agus Harimurti. Agus menilai semakin sering berbincang dengan politisi senior, akan semakin banyak pengalaman yang ia dapatkan.
Agus mengklaim Agus Hatimurti tak hanya bertemu dengan tokoh politik. Ia juga rutin bertemu dengan warga di berbagai pelosok negeri karena mendapat dorongan dari masyarakat luas untuk menjadi pemimpin masa depan.
"Sehingga kalau toh banyak bertemu dengan senior-senior, bertemu juga dengan yang sudah berpengalaman tentunya akan jauh lebih bagus," ujar Agus.
Sebelumnya, Agus bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar pada 28 Oktober 2017. Kala itu Agus disambut langsung oleh Kalla dan istrinya Mufidah Kalla serta putra tertua Kalla, Solihin. Tidak hanya itu, Agus Harimurti juga sempat menemui Mantan Gubernur Jakarta yang sempat menyadi rival politiknya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rutan Markas Komando Brimob pada 17 Oktober 2017.
Jauh sebelum itu, Agus Harimurti juga pernah menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada tanggal 10 Oktober 2017. Kala itu Agus Harimurti mengundang Jokowi menghadiri peresmian lembaganya, The Yudhoyono Institute.
Menurut Agus Hermanto, tidak ada yang dibicarakan dari pertemuan-pertemua tersebut selain sekedar silaturrahim dan berbincang ringan. Pembicaraan mengenai Pilpres pun tak pernah disinggung dalam setiap pertemuan bersama dengan tokoh-tokoh politik. Wakil Ketua DPR itu mengatakan Agus perlu bayak belajar dari para politisi senior. Hal itu sangat penting bagi dia untuk mempelajari ilmu-ilmu kepemimpinan.
Baca Juga: Gerindra Puji Agus SBY Punya Pengalaman Debut di Pilkada DKI
"Sehingga kalau beliau (Agus) ini kan tentu lebih banyak ingin mengetahui dengan jelas kepemimpinan untuk memimpin Indonesia di masa yang akan datang," kata Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun