Suara.com - Dua orang tewas setelah mobil jenis Toyota Avanza masuk jurang di Jalan Halimun, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (5/11/2017).
Kepala Polsek Pakenjeng, AKP Taka mengatakan, dua korban tewas, yakni sopir yang teridentifikasi bernama Mohammad Nur Hakeki (20) warga Kampung Cihareuday, Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, sedangkan korban satu lagi laki-laki belum diketahui identitasnya.
"Kedua korban sudah dibawa ke puskesmas terdekat untuk diidentifikasi, baru satu orang yang berhasil diidentifikasi," kata Taka.
Ia menuturkan, korban yang teridentifikasi tewas dengan kondisi saat ditemukan tersangkut di batang pohon, sedangkan korban lainnya ditemukan di dasar sungai bersama dengan mobil.
"Satu orang ditemukan tersangkut di pohon, satu orang lainnya ditemukan di dasar jurang yang juga sungai bersama mobil yang telah rusak berat," katanya.
Ia menyampaikan, kecelakaan tunggal itu bermula ketika mobil melaju dari arah Pakenjeng, kemudian laju kendaraan tidak terkendali saat melintasi tikungan di kawasan Kampung Halimun, Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Minggu sekitar pukul 12.30 WIB.
Mobil Avanza nomor polisi D 1541 SAH itu terjun ke jurang sedalam 150 meter hingga menyebabkan dua penumpangnya tewas di lokasi kejadian.
"Saat kejadian kondisi cuaca di daerah tersebut sedang hujan lebat ditambah kondisi turunan yang sangat curam, diperkirakan pengemudi tak bisa mengendalikan kendaraannya," kata Taka.
Menurut dia, lokasi kawasan Halimun rawan terjadi kecelakaan karena memiliki jalur yang menurun, juga tikungan yang sangat berbahaya, terutama bagi sopir yang baru melintasi kawasan itu.
Selain itu, lanjut dia, seringkali kabut pekat mengganggu pandangan sopir yang melintasi jalur itu sehingga berbahaya apabila tidak berhati-hati.
"Selama ini telah cukup sering kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut, makanya pengendara harus hati-hati," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Wamensos Apresiasi Inisiatif Kudus dan Garut Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Berapa Biaya Asli Pajak Toyota Avanza 2026? Intip Hitungan Eksklusif Biar Dompet Gak Kaget
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Diduga Salah Injak Gas, HR-V Tabrak Motor di Joglo: Massa Kesal dan Pukul Kaca Mobil
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan