Suara.com - Gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tetap gencar melakukan propaganda merekrut anggota, meski balatentaranya sudah kalah di banyak palagan.
Termutakhir, seperti dilansir Rusia Today, jaringan ISIS meretas frekuensi milik stasiun radio lokal di Malmo, Swedia, yakni Mix Megapol, Jumat (10/11/2017).
Frekuensi stasiun radio khusus musik pop tersebut, mendadak "direbut" ISIS selama 30 menit, persisnya pada pukul 8.30 pagi waktu setempat.
ISIS meretas dan menyiarkan lagu propagandanya mereka berjudul "Demi Allah", yang mengajak warga untuk bergabung dengan mereka.
Malmo sendiri merupakan kawasan di Swedia yang rawan aksi kejahatan, yang secara kebetulan dilakukan para imigran daerah konflik Timur Tengah.
Dalam lagu propaganda tersebut, terdapat lirik yang mengajak orang-orang untuk melakukan peperangan. Selain itu, lagu tersebut juga mengiming-imingi orang yang ingin bergabung bakal mendapat banyak bidadari di surga.
Bauer Media, perusahaan pemilik stasiun radio tersebut, mengakui belum mengetahui dalang peretasan tersebut.
"Kami melaporkan peristiwa ini kepada aparat kepolisian dan otoritas pos dan telekomunikasi Swedia," kata Direktur Marketing Bauer Media, Jakob Gravestam.
Jakob juga secara resmi meminta maaf kepada para pendengar stasiun radio tersebut, karena peristiwa peretasan serta lagu propaganda ISIS.
Baca Juga: Inilah Tanda-Tandanya Anda Sudah Melakukan Perencanaan Keuangan
"Insiden ini sangat serius, khususnya karena mereka meretas dan memutar lagu propaganda agar banyak orang bergabung," tuturnya.
Peretasan stasiun radio untuk kepentingan politik bukanlah kali pertama terjadi. ISIS juga bukan pihak pertama yang melakukan hal tersebut.
Juli 2017, stasiun radio di Inggris "dibajak" untuk menyiarkan lagu mengenai masturbasi.
Sementara Februari 2017, sejumlah stasiun radio di Amerika Serikat diretas untuk mengiarkan lagu anti-Presiden Donald Trump berjudul "Fxxk Donald Trump".
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih
-
Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia
-
Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual
-
KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG
-
PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis
-
Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki
-
Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan
-
Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama
-
Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang