Suara.com - Mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto, saat kecelakaan pada Kamis (16/11) malam, ternyata dikemudikan wartawan bernama Hilman Mattauch.
Hilman diketahui sebagai kontributor atau karyawan tidak tetap Metro TV yang sehari-hari liputan di DPR RI.
Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan kecelakaan terjadi saat Setnov menumpangi mobil itu menuju studio Metro TV untuk menghadiri siaran langsung wawancara.
Pemimpin Redaksi Metro TV, Don Bosco Selamun, mengakui pada Kamis (16/11), pihaknya tengah berusaha menghubungi Novanto untuk mau diwawancarai secara eksklusif.
Namun, Don Bosco menegaskan, tak ada penugasan secara khusus kepada Hilman.
"Iya dia kontributor Metro TV. Jadi kemarin ada penugasan kepada banyak tim untuk mencari Novanto guna wawancara eksklusif. Jadi tugas itu tidak spesifik kepada Hilman," kata Don Bosco kepada Suara.com.
Namun, pada Kamis sore, Hilman sebagai kontributor melaporkan ke newsroom bahwa dia bisa mewawancari Novanto via telpon. Kemudian, tim redaksi meminta Hilman untuk membawa Novanto ke studio guna wawancara eksklusif.
"Dan kami minta tolong Hilman bawakan Setnov ke studio untuk wawancara eksklusif," terangnya.
Tapi, Don Bosco belum bisa memastikan apakah mobil yang dikemudikan Hilman kecelakaan saat membawa Setnov ke studio Metro TV atau bukan.
Baca Juga: Wartawannya Ada di Mobil Setnov, Ini Klarifikasi Metro TV
Sementara itu, muncul spekulasi publik bahwa Hilman menyembunyikan Novanto selama pelarian dari penjemputan paksa penyidik KPK pada Rabu (15/11) malam.
Don Bosco menegaskan, bahwa perusahaannya tidak menoleransi jurnalisnya yang menyalahgunakan profesi dan melanggar etik jurnalistik.
"Kami sedang melacak, menelusuri, apakah ada pelanggaran etik jurnalistik dan code of conduct perusahaan dalam melaksanakan tugasnya. Kami tidak mungkin menoleransi jika ada wartawan melanggar kode etik dalam melaksanakan tugasnya," tegasnya.
Berita Terkait
-
Wartawan Metro TV Jemput Novanto di DPR Sebelum Kecelakaan
-
Wartawannya Ada di Mobil Setnov, Ini Klarifikasi Metro TV
-
Sutradara "Pengabdi Setan" Diminta Agar Setnov Jadi Peran Utama
-
Fahri Hamzah Lagi Tak Sehat, Cuma Bisa Doakan Novanto dari Rumah
-
Fahri Hamzah: Ada yang Memburu 'Tiket' di Tangan Setnov
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo