Suara.com - Ketua DPR Setya Novanto sempat menghilang saat dijemput paksa KPK sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, Rabu (16/11/2017).
KPK bahkan sempat menyatakan ingin meminta Polri untuk menetapkan Novanto sebagai buron atau daftar pencarian orang bila dalam 1X24 jam Ketua Umum Partai Golkar itu tidak datang ke KPK.
Novanto mengklaim akan menyerahkan diri, pada Kamis (17/11/2017). Namun, sebelum datang ke KPK, Novanto terlibat kecelakaan tunggal dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit.
Mantan Komisioner KPK, Bibit Samad Rianto, mengungkapkan, kasus buron tersangka KPK seperti itu bukan kali pertama. Seingat dia, pada periode kepemimpinnya, yaitu 2007-2011, ada tiga orang yang buron. Ketiganya adalah, Anggoro Widjojo, Nunun Nurbaetie, dan Muhamad Nazarudin.
"Itu pernah ada sampai ke Hong Kong segala macam, ada dua kali kalau nggak salah. Anggoro itu lari juga. Terus sopo yang kaitannya dengan Miranda Gultom malah lari ke Thailand dan ketangkap di Thailand, itu ada. Terus Nazarudin. Ada tiga kalau nggak salah waktu zaman saya. Itu di Amerika Selatan," ungkap Bibit di Kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/11/2017).
Kini, KPK telah mengeluarkan surat penahanan Novanto. Namun, karena sakit, penahanannya dibantarkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
"Kalau kita punya integritas kita hadapi saja apa yang terjadi," jelasnya.
Sekadar diketahui, tersangka kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo pernah buron selama beberapa tahun. Dia ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus tersebut pada 17 Juli 2009 dan setelah itu menghilang dari Indonesia.
Anggoro kemudian ditangkap di Hongkong pada 29 Januari 2014 oleh otoritas China. Dia kemudian dikembalikan ke Indonesia pada 30 Januari 2014.
Selanjutnya, Nunun Nurbaetie yang tersangka kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia juga sempat buron. Dia akhirnya ditangkap di Thailand pada 7 Desember 2011 setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2011.
Dalam kasus itu, Nunun berperan membagi-bagikan 480 lembar cek pelawat senilai Rp24 miliar ke sejumlah angogta DPR periode 1999-2004. Cek itu dibagikan setelah Miranda Swaray Goeltom terpilih sebagai DGS BI dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR.
Baca Juga: Sekjen Golkar Protes KPK Akan Jadikan Setya Novanto Buronan
Kemudian, buron lainnya yang kabur adalah Muhammad Nazarudin. Dia merupakan tersangka kasus suap wisma atlet di Kementerian Pemuda dan Olah Raga.
Dia ditangkap oleh otoritas Kolombia karena menggunakan paspor palsu. Penangkapan ini terjadi di Cartegena, Kolombia pada 7 Agustus 2011.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi