Karangan bunga buat KPK dari Sam Aliano [suara.com/Nikolaus Tolen]
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano kembali bikin aksi.
Setelah mengirimkan karangan bunga bertuliskan #SaveTiangListrik dan #SaveMrBakpao kepada tersangka Setya Novanto ke RSCM Kencana, Jakarta Pusat, hari ini, dia membawa karangan bunga ke KPK, Jakarta Selatan.
"Selamat dan sukses atas kinerja KPK. Semoga KPK tetap tegak dan berdiri seperti tiang listrik #Save KPK," demikian tulisan pada karangan bunga yang dibawa Sam Aliano.
Dia mengirimkan karangan bunga itu karena Novanto sudah ditahan KPK sejak dini hari tadi. Itu pula yang menjadikan dia batal melaporkan orang yang merusak karangan bunga yang dia kirim ke RSCM pada Jumat (17/11/2017).
Karangan bunga hanyalah simbol dukungan moral Sam Aliano agar KPK menegakkan hukum setegak tiang listrik.
"Selain itu saya membawa karangan bunga kepada KPK, dan saya mengucapkan selamat, sukses atas kerja yang luar biasa dan rakyat semua senang, selain itu saya mengucapkan bahwa KPK tetap tegak dan berdiri seperti tiang listrik," kata Sam di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).
Kata-kata tiang listrik dan bakpao merujuk pada kecelakaan mobil Toyota Grand Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Novanto dan disupiri wartawan Metro TV Hilman. Mobil menabrak tiang di trotoar Jalan Permata Hijau, lalu membuat dahi Novanto bengkak yang kata pengacaranya, Fredrich Yunadi, besarnya seperti bakpao.
Sam Aliano mengapresiasi keberanian KPK menahan Novanto. Yang terjadi pada Novanto membuktikan semua orang sama di mata hukum.
"Tidak ada orang kecil, semua sama di depan hukum untuk mencerminkan hukum di mata rakyat Indonesia dan mata rakyat dunia semua, bahwa hukum di Indonesia itu luar biasa. Semua negara akan lihat bahwa Indonesia adalah negara hukum, negara berdaulat, tidak boleh bermain hukum, semua harus ditaati," katanya.
Sam Aliano berharap kasus Novanto menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia semua orang harus menghormati proses hukum.
"Saya kemarin juga dukung masalah Setya Novanto, bagaimana dia harus benar-benar menghormati hukum, berkali-kali teman-teman melihat saya memberikan bunga di rumah sakit, dan mungkin ada bunga dari saya juga dirusakin. Tapi itu saya tidak mempermasalahkan, saya sudah sesalkan hal ini sampai saya melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, karena bunga saya yang saya antarkan dirusaki seorang misterius, mungkin pria misterius, saya ingin melaporkannya," kata Sam Aliano.
Aksi Sam Aliano untuk mendorong KPK berani memberantas korupsi.
"Biar KPK lebih semangat menangkap koruptor yang ada di Indonesia, dan siapapun yang main-main hukum, bahwa ini terbukti akan kembali disini, di tempat ini," kata Sam.
Selain karangan bunga yang dibawa Sam Aliano, KPK juga dikirimi buah karangan bunga dari Masyarakat Peduli KPK, satu karangan bunga dari LSM GMBI Distrik Jakarta Timur, dan satu karangan bunga dari Ketua Umum Forum Betawi Intelek Jamalullail Abizzati. [Maidian Reviani]
Setelah mengirimkan karangan bunga bertuliskan #SaveTiangListrik dan #SaveMrBakpao kepada tersangka Setya Novanto ke RSCM Kencana, Jakarta Pusat, hari ini, dia membawa karangan bunga ke KPK, Jakarta Selatan.
"Selamat dan sukses atas kinerja KPK. Semoga KPK tetap tegak dan berdiri seperti tiang listrik #Save KPK," demikian tulisan pada karangan bunga yang dibawa Sam Aliano.
Dia mengirimkan karangan bunga itu karena Novanto sudah ditahan KPK sejak dini hari tadi. Itu pula yang menjadikan dia batal melaporkan orang yang merusak karangan bunga yang dia kirim ke RSCM pada Jumat (17/11/2017).
Karangan bunga hanyalah simbol dukungan moral Sam Aliano agar KPK menegakkan hukum setegak tiang listrik.
"Selain itu saya membawa karangan bunga kepada KPK, dan saya mengucapkan selamat, sukses atas kerja yang luar biasa dan rakyat semua senang, selain itu saya mengucapkan bahwa KPK tetap tegak dan berdiri seperti tiang listrik," kata Sam di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).
Kata-kata tiang listrik dan bakpao merujuk pada kecelakaan mobil Toyota Grand Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Novanto dan disupiri wartawan Metro TV Hilman. Mobil menabrak tiang di trotoar Jalan Permata Hijau, lalu membuat dahi Novanto bengkak yang kata pengacaranya, Fredrich Yunadi, besarnya seperti bakpao.
Sam Aliano mengapresiasi keberanian KPK menahan Novanto. Yang terjadi pada Novanto membuktikan semua orang sama di mata hukum.
"Tidak ada orang kecil, semua sama di depan hukum untuk mencerminkan hukum di mata rakyat Indonesia dan mata rakyat dunia semua, bahwa hukum di Indonesia itu luar biasa. Semua negara akan lihat bahwa Indonesia adalah negara hukum, negara berdaulat, tidak boleh bermain hukum, semua harus ditaati," katanya.
Sam Aliano berharap kasus Novanto menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia semua orang harus menghormati proses hukum.
"Saya kemarin juga dukung masalah Setya Novanto, bagaimana dia harus benar-benar menghormati hukum, berkali-kali teman-teman melihat saya memberikan bunga di rumah sakit, dan mungkin ada bunga dari saya juga dirusakin. Tapi itu saya tidak mempermasalahkan, saya sudah sesalkan hal ini sampai saya melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, karena bunga saya yang saya antarkan dirusaki seorang misterius, mungkin pria misterius, saya ingin melaporkannya," kata Sam Aliano.
Aksi Sam Aliano untuk mendorong KPK berani memberantas korupsi.
"Biar KPK lebih semangat menangkap koruptor yang ada di Indonesia, dan siapapun yang main-main hukum, bahwa ini terbukti akan kembali disini, di tempat ini," kata Sam.
Selain karangan bunga yang dibawa Sam Aliano, KPK juga dikirimi buah karangan bunga dari Masyarakat Peduli KPK, satu karangan bunga dari LSM GMBI Distrik Jakarta Timur, dan satu karangan bunga dari Ketua Umum Forum Betawi Intelek Jamalullail Abizzati. [Maidian Reviani]
Komentar
Berita Terkait
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS