Suara.com - Kasus Proyek e-KTP yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto menjadi polemik dikalangan fraksi di DPR. Novanto kini juga sudah menjalani penahanan di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Dave Laksono mengatakan seluruh petinggi Golkar sudah melakukan rapat internal partai membahas persoalan yang menimpa Setya Novanto tersebut.
"Masalah perkara Pak Setya Novanto ini kami DPP Golkar sudah melakukan rapat berapa hari yang lalu. Itu mungkin rapat terpanjang rapat pleno berapa tahun terakhir ini karena rapat itu dimulai dari siang hari pukul 14.00 WIB berakhir sampai dengan pukul 10.00 malam," kata Dave dalam diskusi 'Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR' di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).
"Kenapa rapat itu begitu panjang karena persoalan yang dihadapkan ini bagaimana menentukan nasib pemimpin kami Pak Setya Novanto. Pak Novanto itu bagaimanapun memiliki jasa, walaupun masa jabatannya ini baru kurang dari 2 tahun ini sudah membuat sejarah dan sumbangsih yang besar kepada Partai Golkar," Dave menambahkan.
Menurut Dave, hasil rapat petinggi Golkar masih mempertahankan Setya Novanto. Itu pun hanya sampai menunggu keputusan gugatan praperadilan 30 November 2017.
"Kami sudah putuskan dalam rapat pleno tersebut bila praperadilan itu ditolak. Nanti otomatis akan diberhentikan (Setya Novanto). Jika tidak mengundurkan diri, jadi dia akan diberhentikan oleh DPP Golkar dan di situ kami akan menentukan untuk membuat munas menentukan ketua umum dan juga menentukan siapa yang akan menggantikan posisi beliau di DPR dan ketua umum," ujar Dave.
Dave berharap, Setya Novanto jangan sampai diberhentikan oleh DPP Golkar. Lebih baik Setya dengan sikap negarawannya untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua Umum Golkar.
"Saya pribadi berharap jangan sampai (diberhentikan) Sekarang tergantung sikap negarawan Pak Setya. Kami yakini bahwa Pak Novanto itu mempunyai jiwa negarawan yang besar dan tahu apa yang diperbuat bukan hanya untuk kepentingan elite atau kepentingan pribadinya tapi kepentingan masyarakat Indonesia keseluruhan," kata Dave.
Baca Juga: Dewan Pembina Golkar Rapat Tentukan Nasib Setya Novanto
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sampah Tak Pernah Hilang, Ia Hanya Berpindah ke Masa Depan Kita
-
Inggris Investigasi Aliran Dana Badan Amal ke Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
-
Tak Hanya Pemain Kini Giliran Pelatih Vietnam Serang Balik Justin Hubner
-
3 Contoh Susunan Panitia 17 Agustus 2026 Tingkat RT, Lengkap dengan Tugasnya
-
4 Facial Wash Gentle Tea Tree Oil untuk Kulit Berminyak Sesuai Review, Wajah Bersih tanpa Kering
-
Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel
-
Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia