Suara.com - Petugas gabungan yang dipimpin Wakil Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Polisi Rendra Radita Dewayana menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap.
Razia yang digelar Rabu siang hingga sore hari itu melibatkan 200 personel yang berasal dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng, Kepolisian Resor Cilacap, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap, dan petugas Lapas Narkoba.
Saat ditemui wartawan usai razia di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan khusus menuju lapas di Pulau Nusakambangan, red.), Cilacap Wadir Reserse Narkoba AKBP Rendra Radita Dewayana mengatakan bahwa petugas gabungan memeriksa 460 napi Lapas Narkotika.
"Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan beberapa barang yang dilarang secara internal mereka (lapas, red.) seperti benda terbuat dari besi," katanya.
Menurut dia, barang-barang tersebut selanjutnya diamankan oleh pihak Lapas Narkotika.
Selain itu, kata dia, petugas juga menemukan tiga unit telepon seluler yang selanjutnya disita dan dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng untuk diperiksa lebih lanjut.
Dalam razia tersebut, pihaknya juga memeriksa enam orang napi yang terindikasi menggunakan narkoba.
"Dari hasil pemeriksaan urine terhadap enam napi tersebut diketahui satu orang napi berinisial AB positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu," katanya.
Menurut dia, napi berinisial AB tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut di Lapas Narkotika.
Kendati demikian, dia mengakui dalam razia tersebut, pihaknya tidak menemukan barang bukti berupa narkoba.
Lebih lanjut, Rendra mengatakan bahwa kegiatan razia tersebut akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan semangat bersama memberantas narkoba di segala bidang.
"Kegiatan kami di Lapas Narkotika Nusakambangan ini adalah kegiatan yang sama kami lakukan di lapas-lapas khususnya di seluruh wilayah Jawa Tengah. Semuanya memang katakanlah sebagian besar ada sebuah perputaran kegiatan peredaran narkoba itu mengait-kaitkan dengan keberadaan tersangka yang berdomisili di lapas," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Polres Cilacap AKBP Djoko Julianto yang diwakilkan Kepala Subbagian Humas Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Bintoro Wasono mengatakan bahwa razia tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di dalam lapas.
Menurut dia, razia dilakukan terhadap napi dan ruangan sel yang di huni oleh para napi dengan sasaran narkoba dan benda lain yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas.
"Untuk mempermudah pemeriksaan, seluruh napi dimasukkan dalam sel masing-masing kemudian anggota Polri dengan dibantu pegawai lapas melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan meliputi penggeledahan badan, ruangan sel, barang-barang yang ada di dalam kamar serta pemeriksaan urine terhadap napi yang diduga terindikasi narkoba," jelasnya.
Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan Agus Heryanto mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri dari mana asal barang temuan yang seharusnya tidak boleh berada di dalam lapas, termasuk mencari siapa pemilik tiga unit telepon seluler tidak bertuan yang ditemukan di luar sel hunian.
"Terhadap napi yang positif menggunakan narkoba, kami akan melakukan pemeriksaan dan menelusuri apakah yang bersangkutan memakai narkoba. Jika betul, dia akan dikenai sanksi berupa pencabutan hak-hak remisinya dan akan dimasukkan ke dalam sel dalam waktu yang tidak ditentukan," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden