Suara.com - Wartawan Suara.com menemui Ketua Rukun Warga 2, Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Zainal Arifin, di rumahnya, Jalan T, RT 9, Rabu (6/12/2017), siang.
Dia menerima kedatangan wartawan di ruang tamu. Waktu ditemui, Zainal mengenakan kaos warna putih dan hijau. Dia mengenakan sarung.
Nama Zainal menarik perhatian setelah dia bertemu Gubernur Jakarta Anies Baswedan, kemarin. Kepada Anies, dia berkata kalau sebagian pemuda di kampungnya susah cari kerja. Gara-garanya, perusahaan-perusahaan tak mau menerima pekerja dari kampung ini karena sering terjadi tawuran.
"Karena Johar Baru kan dianggapnya suka tawuran, seolah-olah, padahal kan sekarang nggak. Kejadian kan yang kemarin kan 2 September. Karena dianggap Kampung Rawa lembah hitam atau wilayah hitam. Banyak anak-anak kita mau lamar kerja diterima-diterima tapi katanya besok-besok nunggu panggilan, nggak tahunya nggak dipanggil-panggil," ujar Zainal kepada Suara.com.
"Yang mau kerja di bengkel motor dan mobil mereka juga sama (ditolak) , secara kasat mata mereka ditolak," Zainal menambahkan.
Di tengah wawancara, Zainal kedatangan tamu. Zainal mempersilakan warganya masuk ke dalam rumah. Lalu, Zainal melanjutkan cerita.
Salah satu pemuda yang ditolak perusahaan gara-gara dari Johar Baru tak lain putra Zainal sendiri.
"Anak saya habis wisuda, naruh lamaran beberapa dari bulan Mei, katanya tunggu dipanggil, ternyata nggak dipanggil-panggil, begitu lihat Kampung Rawa,anak saya kan sarjana bukan orang nggak sekolah," kata Zainal.
Zainal bersyukur, kemarin, dia bertemu Anies. Kesempatan itu dia manfaatkan untuk menyampaikan uneg-uneg. Zainal ini merangkap Sekretaris Nahdlatul Ulama Jakarta Pusat.
Kepada Anies, Zainal minta agar pemerintah mau mencarikan solusi bagi warga yang ingin cari kerja.
Memang benar, pemuda-pemuda kampung sana sudah mendapatkan pelatihan mereparasi AC, handphone, mesin sepeda motor, dan tata boga. Tapi, belum sepenuhnya menyelesaikan masalah pengangguran karena tak semua pemuda yang sudah terampil itu bisa membuka usaha sendiri. Mereka tetap ingin mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan.
"Makanya kami minta setidaknya ada rekomendasi dari camat atau lurah, minimal wali kota nggak papa. Makanya saya sengaja ngomong supaya ada perubahan," kata Zainal.
Di tengah perbincangan, Zainal menyuguhkan minuman. Lalu, dia mempersilakan tamu untuk menikmatinya.
Rekomendasi dari camat atau lurah ke perusahaan, menurut dia, merupakan salah solusi terbaik untuk sekarang.
"Solusi agar perusahaan dengan cara pemerintah harus menjembatani dengan swasta dan diseleksi melalui kelurahan, RT RW juga ikut merekomendasikan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan
-
Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan
-
Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang
-
Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan
-
Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!
-
Molor! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Baru Bisa Dibuka Bertahap, Ini Jadwal Terbarunya
-
Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes
-
Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi