Suara.com - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Pol) Syafruddin telah ditunjuk sebagai ketua kontingen atau Chef De Mission (CDM) Indonesia. Tugasnya memastikan prestasi atlet nasional pada Asian Games di Jakarta dan Palembang, 8 Agustus-2 September 2018.
"Hari ini saya ditunjuk sebagai Chef De Mission kontingen Indonesia di Asian Games, untuk memimpin 40 cabang olahraga," kata Komjen (Pol) Syafruddin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (18/12/2017).
Wakapolri Syafruddin dan sejumlah pejabat, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani Inderawati, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi, serta Jaksa Agung Muhammad Prasetyo hadir di Istana Wapres untuk rapat tentang pengadaan dan anggaran Asian Games 2018.
Menurut Syafruddin, tugas utamanya sebagai CDM adalah memastikan upaya perolehan prestasi kontingen Indonesia pada Asian Games melalui pelatihan, uji tanding hingga masuk ke gelanggang 40 cabang olahraga yang dipertandingkan.
"Orientasinya prestasi, tentu medali emas, 20 medali emas," kata Syafruddin menjawab targetnya sebagai CDM.
Lebih lanjut, Wakapolri menambahkan, untuk mencapai target itu ia akan mengkoordinasikan seluruh pengurus besar 40 cabang olahraga di Asian Games tentang kesiapan pelatihan nasional, kesiapan atlet, dan seluruh komponen pendukung, terutama kesiapan fisik dan mental atlet untuk bertanding.
"Pak Wapres secara khusus memerintahkan saya untuk memimpin kontingen Indonesia dan menghasilkan prestasi maksimal yang belum pernah didapat oleh kontingen Indonesia selama ini baik dimana pun," kata dia.
Terkait persiapan prestasi yang dinilai terlalu mepet karena waktu penyelenggaraan Asian Games yang tinggal 8 bulan lagi, Syafruddin mengatakan periode itu cukup untuk Pelatnas.
"Tidak, belum, Pelatnas itu 6 bulan bisa," ujar dia.
Menurut Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto yang juga hadir dalam rapat tersebut, Wapres Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Pengarah Panitia Asian Games 2018 telah secara resmi menunjuk Wakapolri sebagai CDM Indonesia pada Jumat (15/12) lalu. (Antara)
Berita Terkait
-
Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Laporan Keterangan Palsu di Sidang Hanya Bisa Lewat Hakim
-
Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Eks Wakapolri Cium Aroma Kriminalisasi Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi: Tak Cukup Dilihat
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan