Korban tsunami di Aceh sendiri ketika itu tercatat paling tertinggi kalau dibandingkan dengan Srilanka maupun Thailand. Korban di Aceh diestimasi mencapai 170.000 orang.
"Dua pekan setelah tsunami melanda Aceh, kami berhasil mengirimkan 75 ton bantuan kemanusiaan ke Indonesia," tuturnya.
Stein mengakui, ia dan kaum Yahudi Israel saat itu sempat ragu mengirimkan bantuan. Sebab, mereka mengkhawatirkan bantuan tersebut tak sampai ke Indonesia yang tak mau mengakui kedaulatan Israel.
"Indonesia adalah negara dengan masyarakat Muslim terbesar. Mereka juga tak memunyai hubungan diplomatik dengan kami. Tapi, kami tak memedulikan hal itu. Kami ikhlas membantu saudara-saudara kami. Kami menolong atas nama cinta," terangnya.
Tak hanya Yahudi Israel, kaum Yahudi di Amerika Serikat yang tergabung dalam American Jewish World Service (AJWS), juga menggalang bantuan kemanusiaan untuk ACeh.
AJWS bahkan lebih cepat melakukan penggalangan bantuan. Dalam laporan "Tsunami Accountability Report 2006" yang dibuat USAID dan InterAction, AJWS sudah mengorganisasikan bantuan untuk Aceh sejak 36 jam setelah daerah itu diterpa tsunami.
AJWS juga dilaporkan memberikan asistensi dan memberikan program bantuan pembangunan infrastruktur baru di sejumlah daerah di Aceh pascatsunami.
Belajar ke Tel Aviv
Steve Stein menuturkan, beberapa tahun setelah tsunami Aceh, sejumlah dokter Indonesia belajar cara menangani korban dalam jumlah besar ke Israel.
Baca Juga: Cara Joget Bocah Ini saat Latihan Lagu Natal Bikin Ngakak
"Berkaca dari pengalaman tsunami Aceh, Indonesia memerlukan pelatihan tenaga medis yang mampu beroperasi menangani pasien dalam jumlah besar. Israel memunyai kemampuan medis seperti itu," terangnya.
Tahun 2006, tokoh Indonesian Disaster Medical Relief Committe sekaligus presiden asosiasi ahli bedah, Profesor Aryono D Pusponegoro diundang Magen David Adom ke Israel.
Magen David Adom "Bintang Daud Merah" (MDA) adalah palang merah khas Israel—seperti "Bulan Sabit Merah".
"Selama kunjungannya, Pusponegoro menghadiri latihan nasional yang menyimulasikan serangan teror besar dengan korban jiwa, yang melibatkan partisipasi polisi, petugas pemadam kebakaran, militer, angkatan udara dan layanan ambulan darurat MDA," kata Stein.
"Itu sukses besar," tambahnya. "Dan kami memutuskan untuk mulai mempromosikan usaha serupa juga."
Pada tahun 2008, 23 dokter dari seluruh Indonesia tiba di Tel Aviv untuk loka karya selama dua minggu bersama personel MDA tentang "pengelolaan insiden multi-Korban."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Mentan Amran Sulaiman Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla
-
Teror Air Keras Menjamur, Abdullah PKB Desak Pemerintah Tertibkan Peredaran Bahan Berbahaya
-
Jakarta Bidik Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029, Rano Karno: Itu Kebutuhan Dasar
-
Amsal Sitepu Bebas, Ahmad Sahroni Ingatkan Nasib Terdakwa Lain: Kejagung Harus Bertindak
-
6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran
-
Kasus TB RI Tembus 1 Juta, Wamenkes Ungkap 300 Ribu Belum Ditemukan
-
Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget
-
Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran
-
Jeritan Pemilik Warung Madura: Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Modal Makin Terkuras
-
Soroti Laporan 'ABS' Pakai AI di JAKI, Anggota Komisi A DPRD DKI: Ini Alarm Bagi Pelayan Publik!