"Naik pesawat ya. Saya dapat barang (ekstasi) dari sana, sudah disuruh pakai seperti pembalut wanita. Kami (disuruh) pakai terus, harus pakai baju yang tidak sampai terdeteksi metal detektor," tuturnya.
Sesampainya di Bandara Kuala Lumpur Malaysia, DCS diminta agar melewati terminal II karena sistem keamanannya tak terlampau ketat. Setelah mengambil pesanan pil ekstasi, DCS juga diperintahkan hanya menaiki maskapai AirAsia saat pulang ke Indonesia
"Saya tidak tahu kenapa lewat situ. Tapi memang pengamanannya di sana (KLIA II) kurang sih, tak ada pemeiksaan tubuh," terangnya.
Kepada polisi, DCS mengakui sudah kali kelima terlibat menyeludupkan pil ekstasi. DCS juga mendapatkan upah sebesar Rp10 juta untuk setiap kali mengantarkan barang haram tersebut.
"Kalau saya sudah 5 kali disuruh. Artinya saya pernah jadi kurir dari Malaysia ke Indonesia," tuturnya.
Dalam kasus ini, tiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Berita Terkait
-
Kecelakaan di Tol, Mobil Innova Terbakar, Sopir Tewas Terpanggang
-
Ini Nama Korban Tewas Akibat Tembok Apartemen Pakubuwono Ambruk
-
Bikin Insta Story, Ramdani Sindir 'Larangan' Bermain di Malaysia
-
Malaysia Resmi Serukan Umat Islam Bersatu Lawan Kebijakan Trump
-
Tio Pakusadewo Empat Kali Beli Sabu dari Perempuan Berinisial V
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan