News / Nasional
Senin, 01 Januari 2018 | 14:15 WIB
Anggota Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kejadian pelemparan bom di halaman Polsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/1).
"Blar."

Percikan proyektil yang muncrat dari alat peledak mengenai Kapolsek Bontoala Komisaris Rafiuddin. Akibatnya, jari tengah pada tangan kirinya luka. Brigadir Junisyam juga kena paha kirinya. Jenis alat peledak masih simpang siur. Ada yang menyebut bom molotov, ada yang menduga bom pipa.

Serangan pakai alat peledak terjadi hanya beberapa jam setelah memasuki tahun baru.

Kronologisnya. Sekitar jam 03.45 WIB, anggota polisi yang tengah melakukan pengamanan malam tahun baru dikagetkan suara ledakan. Suara itu berasal dari belakang kantor polisi.

Beberapa menit kemudian, terdengar lagi suara ledakan yang kedua. Anggota polisi bergegas menuju belakang kantor.

Di belakang kantor polisi, anggota polisi melihat seseorang melemparkan sesuatu ke arah anggota. "Blar."

Serpihan ledakan seketika mengenai dua polisi itu,

Refleks, anggota lainnya segera mengejar orang misterius tadi. Tapi anggota gagal menangkapnya setelah memanjat tembok belakang kantor polisi.

Menurut informasi anggota polisi, pelakunya pakai jas warna hitam dan peci warna putih. Kemungkinan besar, dia masuk lewat pintu bagian belakang kantor polisi yang berbatasan dengan tempat parkir Masjid Al Markaz Al Islami.

Pada pukul 05.17 Wita, anggota Detasemen Gegana Penjinak Bom tiba di TKP guna melakukan sterilisasi.

Pukul 05.20 Wita, anggota Patmor Polda juga tiba di TKP dan melakukan penyisiran untuk mencari jejak pelaku.
 
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Umar Septono memastikan alat peledak yang dipakai untuk meneror masih kategori low explosive.
 
Dia sudah memerintahkan anggotanya untuk mengungkap kasus ini.

Tag

Load More