Anggota Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kejadian pelemparan bom di halaman Polsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/1).
"Blar."
Percikan proyektil yang muncrat dari alat peledak mengenai Kapolsek Bontoala Komisaris Rafiuddin. Akibatnya, jari tengah pada tangan kirinya luka. Brigadir Junisyam juga kena paha kirinya. Jenis alat peledak masih simpang siur. Ada yang menyebut bom molotov, ada yang menduga bom pipa.
Serangan pakai alat peledak terjadi hanya beberapa jam setelah memasuki tahun baru.
Kronologisnya. Sekitar jam 03.45 WIB, anggota polisi yang tengah melakukan pengamanan malam tahun baru dikagetkan suara ledakan. Suara itu berasal dari belakang kantor polisi.
Beberapa menit kemudian, terdengar lagi suara ledakan yang kedua. Anggota polisi bergegas menuju belakang kantor.
Di belakang kantor polisi, anggota polisi melihat seseorang melemparkan sesuatu ke arah anggota. "Blar."
Serpihan ledakan seketika mengenai dua polisi itu,
Refleks, anggota lainnya segera mengejar orang misterius tadi. Tapi anggota gagal menangkapnya setelah memanjat tembok belakang kantor polisi.
Menurut informasi anggota polisi, pelakunya pakai jas warna hitam dan peci warna putih. Kemungkinan besar, dia masuk lewat pintu bagian belakang kantor polisi yang berbatasan dengan tempat parkir Masjid Al Markaz Al Islami.
Pada pukul 05.17 Wita, anggota Detasemen Gegana Penjinak Bom tiba di TKP guna melakukan sterilisasi.
Pukul 05.20 Wita, anggota Patmor Polda juga tiba di TKP dan melakukan penyisiran untuk mencari jejak pelaku.
Percikan proyektil yang muncrat dari alat peledak mengenai Kapolsek Bontoala Komisaris Rafiuddin. Akibatnya, jari tengah pada tangan kirinya luka. Brigadir Junisyam juga kena paha kirinya. Jenis alat peledak masih simpang siur. Ada yang menyebut bom molotov, ada yang menduga bom pipa.
Serangan pakai alat peledak terjadi hanya beberapa jam setelah memasuki tahun baru.
Kronologisnya. Sekitar jam 03.45 WIB, anggota polisi yang tengah melakukan pengamanan malam tahun baru dikagetkan suara ledakan. Suara itu berasal dari belakang kantor polisi.
Beberapa menit kemudian, terdengar lagi suara ledakan yang kedua. Anggota polisi bergegas menuju belakang kantor.
Di belakang kantor polisi, anggota polisi melihat seseorang melemparkan sesuatu ke arah anggota. "Blar."
Serpihan ledakan seketika mengenai dua polisi itu,
Refleks, anggota lainnya segera mengejar orang misterius tadi. Tapi anggota gagal menangkapnya setelah memanjat tembok belakang kantor polisi.
Menurut informasi anggota polisi, pelakunya pakai jas warna hitam dan peci warna putih. Kemungkinan besar, dia masuk lewat pintu bagian belakang kantor polisi yang berbatasan dengan tempat parkir Masjid Al Markaz Al Islami.
Pada pukul 05.17 Wita, anggota Detasemen Gegana Penjinak Bom tiba di TKP guna melakukan sterilisasi.
Pukul 05.20 Wita, anggota Patmor Polda juga tiba di TKP dan melakukan penyisiran untuk mencari jejak pelaku.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Umar Septono memastikan alat peledak yang dipakai untuk meneror masih kategori low explosive.
Dia sudah memerintahkan anggotanya untuk mengungkap kasus ini.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden