Suara.com - Gelombang aksi anti-Presiden Iran Hassan Rouhani yang semakin membesar sejak Kamis (28/12/2017) pekan lalu, berbuah korban nyawa.
Sedikitnya dua demonstran anti-pemerintah tewas dalam aksi yang digelar di kota Dorud, Sabtu (30/12) malam pekan lalu.
Wakil Gubernur Provinsi Lorestan Habibollah Khojastepour mengatakan, sejumlah "agitator" tampil dalam aksi damai itu sehingga menyebabkan kerusuhan.
"Tapi perlu ditegaskan, penyebab tewasnya dua demonstran itu bukan disebabkan polisi maupun petugas keamanan melepaskan tembakan," tegas Khojastepour seperti dilansir Al Ajazeera.
Namun, Khojastepour tak bisa memberi penjelasan detail penyebab kematian dua orang demonstran tersebut.
Berita tentang kematian dua demonstran tersebut tersebar saat Menteri Dalam Negeri Abdolrahman Rahmani Fazli memperingatkan massa tidak melakukan aksi anarkistis.
"Siapa pun yang menghancurkan fasilitas publik, melanggar peraturan hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Abdolrahman dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi nasional.
Baca Juga: Iran Dilanda Aksi Anti-Pemerintah, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada
Sabtu akhir pekan lalu adalah hari ketiga demonstrasi besar-besaran digelar rakyat miskin Iran di berbagai daerah. Aksi itu menjadi yang terbesar dalam jumlah massa untuk satu dekade terakhir.
Aksi itu sendiri bermula dari protes-protes sporadis massa terhadap kondisi perekonomian yang anjlok akibat "perang harga" antara Iran dengan negara-negara Barat.
Demonstrasi lantas meluas dan tak terelakkan turut masuk ke ranah politik. Dua sayap politik dominan Iran, kubu konservatif maupun reformis, menjadi sasaran kemarahan massa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga