Suara.com - Polisi tak menindaklanjuti kasus penyiraman minyak tanah yang dilakukan AI kepada istrinya, NI. Sebab, NI tak mau memperkarakan ancaman AI yang ingin membakarnya hidup-hidup karena cemburu telah diselingkuhi pria lain.
"Enggak diproses, korban tak mau membuat laporan, masalah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Yeny Leksomono kepada Suara.com, Rabu (3/1/2018).
Yeny menyampaikan, alasan NI tak mau memperpanjang masalah tersebut karena masih peduli terhadap masa depan anak-anaknya yang butuh keberadaan suaminya.
Saat dilakukan mediasi, kata Yeny, AI pun telah membuat pernyataan secara tertulis tak akan melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya.
"Iya membuat surat pernyataan, suaminya membuat jaminan KDRT tidak akan terulang," kata dia.
Di surat perjanjian tersebut, AI siap diproses hukum apabila sewaktu-waktu kembali melakukan KDRT kepada istrinya
"Kalau sampai terulang, suaminya bersedia diproses sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Yeny.
NI nyaris dibakar hidup-hidup oleh suaminya, AI lantaran dituduh kerap berselingkuh dengan pria lain. AI menyiramkan minyak tanah ke tubuh istrinya di kediamannya di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa (2/12/2018) kemarin karena sudah kadung emosi dengan ulah istrinya atas tuduhan perselingkuhan.
Ketika sudah tersiram minyak tanah, NI langsung melarikan diri dari rumahnya. Perempuan yang sudah berumah tangga dengan AI selama 13 tahun itu meminta pertolongan kepada petugas yang sedang berjaga di pos polisi Citraland.
Baca Juga: Cemburu Buta, Suami Siram Minyak Tanah dan Ancam Bakar Istri
Dalam kondisi tubuh kuyup dengan minyak tanah, NI menceritakan kepada polisi terkait KDRT yang sering dilakukan suaminya.
Setelah kejadian itu, polisi pun telah mengamankan AI. Dari keterangan NI, saat disiram minyak tanah dan nyaris dibakar, suaminya dalam kondisi sedang mabuk.
Berita Terkait
-
Apa Itu BBM B50? Bahan Bakar Baru yang akan Diperkenalkan 1 Juli 2026
-
Produksi Sagu Tradisional Tetap Bertahan di Tulehu
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno