Djarot Saiful Hidayat [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]
PDI Perjuangan mengusung Djarot Saiful Hidayat menjadi calon gubernur Sumatera Utara. Nama mantan gubernur Jakarta itu disebut paling akhir oleh Megawati Soekarnoputri dalam deklarasi pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur di empat provinsi: Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Lampung, dan Papua.
"Terakhir saya berikan rekomendasi, supaya rakyat tahu. Sumatera Utara saya pikir nanti saja kasih rekomendasinya. Karena orangnya sudah tidak asing, saya munculkan separo," ujar Megawati di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).
Megawati akan mengumumkan secara resmi nanti pada hari Minggu bersamaan dengan pengumuman nama-nama kandidat di daerah lain.
Megawati mengatakan Sumatera Utara merupakan provinsi penting dan strategis. Presiden Joko Widodo saja terus menerus meningkatkan perekonomian melalui infrastruktur di sana.
Kemudian Megawati menyinggung gubernur Sumatera Utara sebelumnya yang tersandung masalah hukum. Gatot Pujo Nugroho, misalnya. Dia dinyatakan pengadilan terbukti bersalah melakukan korupsi penyaluran dana bantuan sosial dan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013. Gatt dijatuhi hukuman enam tahun penjara.
Megawati berharap Djarot nanti mampu membawa perubahan.
"Gubernur selalu punya masalah hukum, nggak ada yang mantap. Saya cari (calon) putar balik, terus orang yang dekat kenapa saya lupain ya? Orang bagus dan sangat serius, orang yang menurut saya pasti bisa. Saya mau masukan Pak Djarot ke sana," kata Megawati.
Siapa pendamping Djarot, Megawati belum mau menyebut.
"Terakhir saya berikan rekomendasi, supaya rakyat tahu. Sumatera Utara saya pikir nanti saja kasih rekomendasinya. Karena orangnya sudah tidak asing, saya munculkan separo," ujar Megawati di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).
Megawati akan mengumumkan secara resmi nanti pada hari Minggu bersamaan dengan pengumuman nama-nama kandidat di daerah lain.
Megawati mengatakan Sumatera Utara merupakan provinsi penting dan strategis. Presiden Joko Widodo saja terus menerus meningkatkan perekonomian melalui infrastruktur di sana.
Kemudian Megawati menyinggung gubernur Sumatera Utara sebelumnya yang tersandung masalah hukum. Gatot Pujo Nugroho, misalnya. Dia dinyatakan pengadilan terbukti bersalah melakukan korupsi penyaluran dana bantuan sosial dan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013. Gatt dijatuhi hukuman enam tahun penjara.
Megawati berharap Djarot nanti mampu membawa perubahan.
"Gubernur selalu punya masalah hukum, nggak ada yang mantap. Saya cari (calon) putar balik, terus orang yang dekat kenapa saya lupain ya? Orang bagus dan sangat serius, orang yang menurut saya pasti bisa. Saya mau masukan Pak Djarot ke sana," kata Megawati.
Siapa pendamping Djarot, Megawati belum mau menyebut.
Komentar
Berita Terkait
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran
-
Klinik Waluya Sejati Abadi Sukabumi Resmi Beroperasi Kembali di HUT PDIP ke-53
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
KPK Ungkap Ambil Informasi dari Medsos soal Ridwan Kamil, Singgung Isu Aura Kasih?
-
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
-
KPK Bongkar Peran Tim 8, Timses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Caperdes
-
Kemensos Perkuat Sejumlah Program Mitigasi dan Penanganan Bencana pada Tahun Anggaran 2026
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada