Suara.com - Israel mendukung kemungkinan pemangkasan dana oleh Amerika Serikat kepada sebuah badan Perserikatan Bangsa-bangsa yang memberikan bantuan bagi para pengungsi Palestina.
Namun, Israel menginginkan agar pemotongan itu dilakukan secara bertahap, kata seorang pejabat tinggi Israel, Sabtu.
Trump pada awal pekan ini mengancam akan menahan bantuan dana di masa depan bagi Badan Pekerjaan dan Pemulihan PBB (UNRWA) karena Palestina dianggap tidak memiliki kemauan untuk melakukan pembicaraan perdamaian dengan Israel.
Ide Trump itu dikecam oleh Palestina sebagai bentuk pemerasan dengan ancaman dan pada awalnya mendapat reaksi beragam di Israel. Sejumlah pejabat memperingatkan bahwa pemotongan bantuan keuangan bagi Palestina bisa berbahaya.
"Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) mendukung pemotongan secara berkala ke UNRWA," kata seorang pejabat Israel yang tidak ingin disebutkan namanya.
Laman pemberitaan Axios melaporkan, Jumat, bahwa Amerika Serikat telah membekukan dana sebesar 125 juta dolar AS (sekitar Rp1,67 triliun) untuk UNRWA, namun seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan apa pun.
Kantor PM Netanyahu mengatakan dalam pernyataan singkat bahwa sang perdana menteri "mendukung pendekatan kritis Presiden Trump dan meyakini bahwa langkah praktis harus diambil untuk mengubah keadaan, yakni bahwa UNRWA sedang melanggengkan masalah pengungsi Palestina dan bukan justru menyelesaikannya." UNRWA membantu banyak penduduk di Jalur Gaza dan pemotongan anggaran bisa meningkatkan ketegangan dengan Israel, yang merupakan penyalur utama bantuan ke wilayah itu.
Amerika Serikat merupakan penyumbang terbesar kepada badan PBB tersebut. Menurut laman UNRWA, janji bantuan AS hingga 2016 ke badan itu berjumlah hampir 370 juta dolar AS (sekitar Rp4,96 triliun). (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan
-
Belum Juga Berunding, Donald Trump Ancam Iran dengan Pemenggalan
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup