Suara.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, menangkap Pa (30), warga Jalan Ploso Timur VI A, Tambaksari, Surabaya, atas dugaan membunuh anak kandungnya yang masih bayi.
Kepala Polsek Tambaksari Surabaya Komisaris Polisi Prayitno saat dikonfirmasi, Selasa, mengatakan bayi nahas bernama Gio Rosid Mawardi yang baru berusia 16 bulan ditemukan sudah tak bernyawa oleh saudara ibu kandungnya pada sekitar pukul 19.00 WIB Selasa malam (9/1/2018).
Pada saat kejadian, ibu kandung bayi ini, Sri Mulyani (28), masih bekerja. Kebetulan saudara atau kakak kandung Sri Mulyani ingin mengunjungi sang bayi dan mendapati sedang tergeletak di lantai rumahnya dengan kondisi babak belur penuh luka lebam di sekujur tubuhnya.
Saat kakak kandung Sri Mulyani ingin mendekati bayi yang terlihat sudah tak berdaya itu, malah diusir oleh Pa. Ia kemudian melapor kepada para tetangga dan diteruskan ke kepolisian setempat.
Dugaan sementara, Gio tewas setelah dianiaya oleh ayahnya. Keterangan dari warga sekitar, Pa dikenal sebagai seorang temperamental yang beberapa kali terlihat pernah memukuli istri dan anak bayinya.
"Dugaan penyebab Pa menganiaya bayinya sampai meninggal dunia masih sedang kami selidiki," ucap Prayitno.
Jenazah bayi Gio semula dilarikan oleh warga setempat ke Rumah Sakit Airlangga Surabaya. Namun, polisi telah memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi.
Polisi, lanjut Prayitno, juga telah meminta keterangan dari para saksi di sekitar tempat kejadian perkara.
"Terhadap pelaku Pa nanti akan kami lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Termasuk akan kami dalami kondisi kejiwaannya," katanya. (Antara)
Baca Juga: Polisi Buat Sketsa Wajah Terduga Pelaku Pembunuh Puspo Arum
Berita Terkait
-
Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku
-
Review Drama Stranger, Ketika Jaksa dan Polisi Melawan Korupsi Elite Politik
-
TNI Buka Suara soal Dugaan Penganiayaan Polisi di Palmerah
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Saat Korban Pencurian Harus Mengingatkan Polisi Akan Tugasnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!