Suara.com - Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga Rabu (24/1/2018) pukul 22.00 WIB, jumlah rumah yang rusak akibat gempa Lebak, Banten, mencapai 3.669 unit.
"Ribuan rumah yang rusak tersebut tersebar di 45 kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi yang didampingi Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman.
Adapun rincian jumlah rumah yang rusak hingga, Rabu malam ini, yakni untuk rusak berat sebanyak 513 unit, rusak sedang 716 unit dan 2.440 rusak ringan.
Selain rumah, gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Lebak ini juga mengakibatkan puluhan fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan gedung pemerintahan rusak.
Kecamatan yang dampaknya paling parah akibat gempa itu, yakni Cibitung, Pabuaran dan Sukabumi. Ketiga kecamatan tersebut paling banyak terdapat rumah rusak dengan kategori berat bahkan ada yang ambruk.
Hingga saat ini, petugas dan relawannya masih melakukan assessment dan melakukan penyisiran untuk melengkapi data kerusakan pasca gempa, Selasa (23/1) lalu.
"Bantuan sudah kami salurkan ke beberapa lokasi. Selain dari BPBD atau Pemkab Sukabumi bantuan juga mengalir dari berbagai lembaga kemanusiaan," katanya.
Eka mengimbau kepada warga agar selalu waspada dengan adanya gempa susulan, apalagi pada Rabu siang terjadi gempa susulan yang pusatnya masih di Lebak dengan kekuatan 5,1 SR.
Namun demikian, masyarakat jangan terpengaruh isu hoax atau informasi yang belum tentu kebenarannya serta tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Gempa 5.1 SR Kembali Goyang Lebak Banten
Selain itu, jika terjadi gempa susulan, tutur Eka, masyarakat agar langsung keluar rumah dan berkumpul di tempat yang jauh dari bangunan. [Antara]
Berita Terkait
-
Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi
-
Satu Tewas Akibat Bencana Gempa Sulteng! Istana Koordinasi Demi Pemulihan Sigi dan Palu
-
Update Gempa Sigi: 787 Rumah Rusak, 1 Tewas dan 55 Warga Luka
-
Pascagempa Sulawesi Tengah, Kemkomdigi Pulihkan 8 BTS dan Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno