Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku dicecar 7 pertanyaan oleh polisi berkaitan dengan pemeriksaanya sebagai terlapor dalam kasus penggelapan tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten tahun 2012.
Sandiaga keluar dari ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 17.45 WIB. Penyidik memeriksa Politikus Partai Gerindra itu selama empat jam.
"Alhamdulillah kami bisa memenuhi tambahan pertanyaan. Ada 7 pertanyaan mulai dari riwayat hidup, karena ini sekitar 21 tahun yang lalu," kata Sandiaga di Polda Metro Jaya, Selasa (30/1/2018).
Menurutnya, 6 pertanyaan yang disampaikan penyidik berkaitan dengan tugasnya saat menjabat Komisaris Utama PT. Japirex. Alasan tanah sebesar 6 ribu meter persegi yang menjadi aset perusahaan dijual karena untuk melunasi hutang PT Japirex yang mengalami pailit.
"Lalu 6 pertanyaan tentang tugas dan posisi saya sebagai pemegang saham dan komisaris utama Japirex. PT yang membidangi ekspor kerajinan rotan yang karena kebijakan pemerintah yang berubah-ubah mengenai rotan dan prospek bisnis yang sudah tidak bagus sehingga diputuskan untuk tidak dilanjutkan operasinya dan dilikuidasi 2009," katanya.
Sandiaga mengklaim Djoni Hidayat yang memiliki tanah seluas 3 ribu meter persegi juga telah menyetujui soal penjualan tanah tersebut. Sandiaga juga menyampaikan Djoni yang saat itu menjabat di struktur Direksi PT. Japirex juga sudah mendapatkan hasil penjualan tanah yang totalnya mencapai hampir 1 hektar.
"Karena itu sudah berpuluh-puluh tahun milik Japirex, jadi waktu dilikuidasi PT. Japirex sudah menjual dan pak Djoni juga sudah menyetujui juga. Sudah menerima kompensasinya sebagian dari likuidasi tersebut," kata dia.
Sandiaga juga menyebutkan proses likuidasi terkait penjualan tanah yang nilainya mencapai Rp12 miliar itu juga sudah melalui proses dan ketentuan yang berlaku. Menurut Sandiaga, saat likuidasi itu dilakukan, perusahaan pengekspor rotan itu membentuk tim yang diketuai Andreas Tjahjadi. Andreas ketika itu menjabat sebagai Direktur Utama PT. Japirex.
"Tanah dijual sebagai proses likuidasi detailnya pak Andreas yang menjalankan, karena beliau ditunjuk sebagai ketua likuidasi dengan pihak-pihak lain," kata dia.
Baca Juga: Hari Ini, Polisi Kembali Periksa Sandiaga Uno
Dia juga membantah terlibat dalam proses penjualan tanah tersebut. Bahkan, Sandiaga mengklaim tak menerima aliran dana sepersen pun terkait penjualan tanah PT. Japirex dan milik Djoni Hidayat.
"Tidak ada aliran dana satu rupiah pun ke akun saya. Dipastikan bahwa yang berkaitan (kasus tanah) itu berkaitan dengan keperdataan," kata dia.
Terkait kasus ini, polisi sudah menetapkan Andreas menjadi tersangka. Polisi juga telah menyita rekening milik Andreas berisi uang sebesar Rp3,4 miliar. Rekening tersebut disita untuk melengkapi berkas perkara tersebut.
Kasus ini merupakan laporan Fransiska Kumalawati Susilo yang merupakan penerima kuasa Djoni.
Fransiska juga kembali melaporkan Sandiaga dan Andreas terkait kasus pemalsuan kwitansi dan kasus dugaan pemalsuan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu dalam penjualan sebidang tanah. Dari ketiga kasus itu, status Sandiaga masih sebagai saksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah