Suara.com - Sejak KPK berdiri, 300 lebih bupati dan 20 gubernur (sebagian mantan) dijerat kasus hukum dan di antaranya sekarang sudah masuk bui. Gubernur Jambi Zumi Zola salah satunya. Dia baru-baru ini ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap penetapan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.
Sampai detik ini, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tetap yakin Zumi Zola berintegritas.
"Itu kader muda. Anak muda yang cemerlang. Saya yakin dia punya integritas. Karena itu kita hormati proses hukum," kata Zulkifli di DPR, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Zulkifli kemudian mempertanyakan sistem politik.
"Kita nanti membantu (Zumi). Tentu ini keliru, ada yang perlu diluruskan. Bagaimana sistem politik kita begini? Bisa menghabiskan semua. Bayangkan sudah 300 lebih bupati. Ada 20 gubernur. Ada ratusan DPR. Saya kira ini perlu perenungan bersama. Perlu kita benahi," tutur Zulkifli.
Zulkifli menyebut yang terjadi pada Zumi Zola sebagai bagian dari budaya politik, dimana setiap kali mau memasuki tahun anggaran, ada transaksi antara eksekutif dan legislatif.
"Ini kan rata-rata kasus ini, ketuk palu. Jadi anggaran nggak disetujui kalau tidak ada uang. Rata-rata ya. Bupati juga begitu. Dimana-mana ketuk palu. Mungkin karena mau tahun politik, atau DPR-nya mau nyalon lagi, biayanya tinggi. Nah inilah yang budaya seperti ini tidak bisa kita biarkan," kata Zulkifli.
KPK belum membuat pernyataan resmi tentang status hukum Zumi Zola, tetapi sumber lain mengonfirmasi. Kemarin, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD Provinsi Jambi tahun 2018 mengalami kemajuan signifikan.
"Nanti kalian tunggu saja, tapi biasanya kalau kita masuk berarti kita sudah hati-hati, itu saja, saya hanya bisa ngomong itu," kata Saut.
Tim Satuan Tugas Divisi Penindakan KPK menggeledah rumah Gubernur Jambi Zumi Zola, kemarin.
"Ya, ada penggeledahan. Tim masih di lapangan. Update berikutnya akan disampaikan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.
Dugaan suap pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018 mulai terkuak setelah KPK operasi tangkap tangan terhadap empat tersangka, yakni Erwan Malik, Arfan, Saifudin, dan anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono.
Dari tangan mereka, penyidik mengamankan uang Rp4,7 miliar dari total "uang ketok" Rp6 miliar.
Belakang, ada sejumlah anggota DPRD Jambi yang mengembalikan uang kepada KPK.
KPK sudah melimpahkan berkas perkara dari Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin ketahap kedua atau penuntutan. KPK menilai berkas perkara ketiganya sudah lengkap, sehingga dalam waktu dekat akan disidangkan di pengadilan tipikor Jambi.
Tag
Berita Terkait
-
Selain Dara Arafah, 8 Artis Indonesia Ini Juga Menikah di Tanah Suci
-
5 Potret Adu Mewah Lokasi Pernikahan Anak Pejabat, Terbaru Rasyid Rajasa dan Tamara Kalla
-
Vonis Zumi Zola Mirip dengan Harvey Moeis, Ujung-ujungnya Cuma Dipenjara Kurang dari 4 Tahun
-
Beda Harta Kekayaan Putri Zulhas vs Zumi Zola Versi LHKPN, Siapa Lebih Tajir?
-
7 Potret Verrell Bramasta Jadi Groomsmen Putri Zulhas, Gagah!
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru