Suara.com - Keluarga besar Jenderal Besar A. H. Nasution bangga kalau pemerintah Jakarta akhirnya menyetujui usulan perubahan nama jalan terusan H. R. Rasuna Said - T. B. Simatupang menjadi Jalan Jenderal Nasution.
"Keluarga kami mendukung dan terharu, bangga yang sudah mau mengabadikan nama kakek kami," ujar cucu Nasution, Marina, kepada Suara.com, Kamis (1/2/2018).
Yang mengusulkan itu Ikatan Keluarga Nasution. Usulan disampaikan kepada wali kota Jakarta Selatan dan sudah pula diteruskan ke Gubernur Anies Baswedan. Jalan yang diusulkan berubah namanya mulai dari perempatan Jalan jenderal Gatot Subroto - Jalan Mampang Prapatan Raya - Jalan Buncit Raya sampai perbatasan Jalan Letjend. T. B. Simatupang.
Marina tidak mau mendesak-desak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pemerintah.
"Opa saya itu kan pahlawan nasional, yang sudah mengorbankan jiwa dan raga dan sebaginya. Jasa, prestasi, karyanya untuk negara," kata dia.
Usulan itu sebenarnya sudah dilontarkan sejak Jakarta dipimpin Fauzi Bowo, tapi sampai sekarang belum diwujudkan.
"Sebelumnya sudah ada (usulan ini) dari Pak Fauzi Bowo. Opa saya meninggal tahun 2000 dan 2002 dijadikan pahlawan nasional. Ini Anies yang akan merealisasikamnya," katanya.
Anies berhati-hati.
Anies mengatakan pemerintah mesti lebih dulu merevisi keputusan gubernur sebelumnya.
"Bahwa yang namanya pergantian nama itu ada keputusan gubernurnya. Jadi, ikuti proses itu. Dan tidak bisa sekonyong-konyong, nggak bisa," ujar Anies di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.
Anies mengatakan kalau pemerintahan terdahulu dalam membuat keputusan dikerjakan oleh internal pemerintah. Sekarang, Anies ingin mengubah dengan cara melibatkan tokoh masyarakat, sejarawan, budayawan, dan ahli tata kota.
"Kemudian mekanisme pengusulan juga dibuat terstruktur. Jadi tidak bisa pengusulan itu diterima siapa saja, kemudian dieksekusi oleh siapa saja," kata Anies.
Sebelum semua prosedur dilewati, Anies meminta Wali Kota Jakarta Selatan dan Lurah Kuningan Barat menghentikan sosialisasi perubahan nama jalan. Padahal, sosialisasi sudah dilakukan sejak 23 Januari 2018.
"Dihentikan semua," kata Anies.
Tag
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ciri-Ciri Makhluk Hidup yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Penjelasannya
-
Tabrakan Beruntun di Tol Dalam Kota Dekat GT Senayan, Dua Orang Luka
-
Tone Deaf Bukan Sekadar Label: Politik Punya Andil Besar dalam Hidup Kita
-
Cara Membersihkan Pori Tersumbat akibat Makeup, Ikuti 10 Tips Ini
-
BPS Jelaskan Mengapa Bisa Masuk Desil Tinggi Meski Merasa Ekonomi Pas-pasan
-
Paradoks SDA Indonesia: Ketika Kekayaan Negeri Sendiri Menjadi Barang Mewah
-
Netizen Bandingkan Dana Suvenir HUT RI dengan Penanganan Bencana, Ini Kata Menkeu
-
Buntut OTT Rektor Unsoed, Anggota DPR Desak Pemerintah Audit Nasional Jalur Mandiri PTN
-
Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Mediasi
-
BNI wondrX Gratis, Hadirkan Kesempatan Ikut Lelang Rejeki wondr Setiap Hari