Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise beberkan sejumlah kebiasaan masyarakat di Papua yang tidak ramah terhadap anak dan perempuan.
Pernikahan dini yang menjadi kebiasaan masyarakat Papua, menjadikan para perempuan di Papua selalu menjadi korban laki-laki.
"Masalah yang saya lihat adalah perkawinan anak-anak di sana cukup tinggi. Anak usia 10 sampai usia 16 tahun sudah menikah," kata Yohana dalam rapat konsultasi antara DPR dengan Pemerintah terkait Kejadian Luar Biasa Campak dan Gizi Buruk suku Asmat Papua, di DPR, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Akibatnya, lanjut Yohana, perempuan yang mayoritas belum siap untuk bereproduksi, di usia yang relatif masih muda sudah memiliki 5 hingga 8 anak.
Profesor pertama dari Papua itu menilai persoalan demikian mesti dihentikan jika tak ingin persoalan yang sama, berulangkali terjadi di Papua.
"Saya pikir ini tidak boleh begitu. Kita tidak boleh membiarkan. Kami harus melakukan deklarasi stop kekerasan terhadap anak dan stop perkawinan usia dini," ujar Yohana.
Pemerintah dan masyarakat mesti bekerjasama mengubah pola pikir masyarakat agar mau meninggalkan kebiasaan yang merugikan mereka.
"Karena adat, kebiasaan-kebiasaan yang kadang membuat masyarakat jadi korban itu, harus kami bukakan wawasan berpikir mereka, pola pikir mereka sehingga mereka bisa menerima perubahan global yang sekarang terjadi," tutur Yohana.
Ia juga mengajak masyarakat untuk secara mengkampanyekan kepada laki-laki di Papua agar berperan jadi pelindung bagi perempuan dan anak di Papua. Sebab, perempuan sering kali menjadi korban dari tindakan laki-laki di Papua.
Baca Juga: Menkes Bilang Tawaran Jokowi Relokasi Warga Papua Mesti Dikaji
"Karena laki-laki perlu memberikan perhatian khusus, mendukung kaum perempuan, termasuk melindungi anak-anak yang ada di Papua," ujar Yohana.
"Anak-anak diberikan kesempatan untuk menikmati hak-hak mereka, untuk tumbuh kembang anak dan melindungi mereka," tambah Yohana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public
-
Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol
-
Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia
-
Sunscreen Labore untuk Umur Berapa? Cek Anjuran Pemakaian Resminya
-
Kurikulum: Mengapa Pendidikan Sering Gagal Menyentuh Realitas Lokal
-
Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah
-
Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
-
Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan
-
HUAWEI MatePad Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Tablet AI 13 Inci Tipis Siap Gantikan Laptop?
-
Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos