Suara.com - Pemprov Jakarta bersama dengan Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar) TNI AL akan mengubah kali Pasar Baru sebagai taman kota percontohan.
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menerangkan, kerja sama ini untuk mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan program Ok Oce.
"Armada Barat ingin mengubah kali yang di depan Pasar Baru menjadi seperti Boat Quay dan Clarkw Quay yang ada di Singapura," ujar Sandiaga setelah menerima perwakilan Armabar di Bala Kota Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Sandiaga mengatakan, kegiatan ini merupakan usulan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Aan Kurnia.
Ia menjelaskan, kegiatan ini nantinya juga akan melibatkan sejumlah dinas terkait, di antaranya Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas UMKM Jakarta.
Selain itu, politikus Partai Gerindra ini juga akan melibatkan masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan.
"Karena di situ akan dibangun seperti pop-up dan food trucks area di Pasar Baru, dan juga untuk penyediaan dermaga dan kapal-kapal kecilnya akan melibatkan Dishub," jelasnya.
Pedagang kuliner di Pasar Baru nantinya akan ditata oleh Dinas UMKM.
Baca Juga: Selain Banyumas, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris Temanggung
Sandiaga menginginkan ada makanan khas di Pasar Baru, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
"Jadi kami yang sediakan mungkin fasilitasnya, pop-up nya. Pasar baru dikenal sebagai apa sih? Mungkin bakmi kelinci, atau soto padang mang kuto, itu yang dihadirkan di situ," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!