Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengunjungi Klenteng Cin Tek Yen di Jalan Kemenangan III Petak Sembilan, Taman Sari, Glodok, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2018). Anies yang mengenakan kemeja batik warna merah maroon ini membawa anaknya.
"Pengalaman lintas budaya itu adalah pengalaman yang harus dibiasakan, oleh karena itu datang ke sini hampir selalu dengan anak-anak. Dan kita membiasakan anak kita lintas budaya," kata Anies di lokasi.
Anies klaim bukan pertama kali ke Klenteng membawa anak-anaknya. Sebelumnya ia sudah kerap ke Klenteng bersama anak-anaknya, cuma pada Imlek Tahun lalu ia tak membawa anaknya karena dalam masa kampanye Pilkada DKI.
"Ini bukan sesuatu yang pertama kali, hanya tahun lalu saja saya tidak boleh bawa anak, karena tahun lalu masa kampanye dan di masa kampanye tidak boleh bawa anak. Tapi di luar masa kampanye saya ke sini selalu bawa anak-anak," ujar dia.
Dengan mengajak anaknya, Anies ingin mengajarkan menghormati perbedaan budaya dalam kehidupan masyarakat di Jakarta.
"walaupun sekarang Kelas 1 SMP (anaknya), ini jadi pengalaman buat dia bagaimana warga Jakarta ada lintas budaya," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden
-
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?
-
Guru Honorer Digaji Rp 300 Ribu, Kalah dari Petugas Partai: DPR Usul Pembayaran dari APBN Saja