Suara.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Nasdem Amelia Anggraini menilai sebanyak 102 buruh migran yang kini ditahan oleh pihak imigrasi di Malaysia tidak bersalah.
"Karena secara legalitas, mereka itu tidak salah. Hanya saja, mereka seharusnya ditempatkan di Selangor, bukan di Malaka. Itu bukan salah mereka, tapi kesalahan agen di Malaysia," kata Amelia di DPR, Jakarta, Senin (19/2/2018).
Sebanyak 102 buruh migran tersebut di antaranya berasal dari Purworejo 37 orang, Kebumen 36 orang, dan seorang asal Klaten. Buruh Migran dianggap salah dalam soal penempatan lokasi kerja. Mereka diketahui disalurkan oleh PT Dian Yoga Perdana sebagai pihak penyedia tenaga kerja luar negeri.
Amelia meminta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia melakukan langkah-langkah strategis dalam melindungi buruh migran Indonesia.
Menurut dia, diperlukan kebijakan menyeluruh dari Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Sebab kedatangan para TKI itu ke Malaysia atas permintaan negara asal.
Amelia menuturkan, KBRI Malaysia pada Mei 2016 pernah mengajukan kepada pemerintah Malaysia terkait kesepakatan kerjasama bilateral. Namun sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan dari pihak Malaysia.
“Oleh karena itu, diperlukan good will pemerintah Malaysia untuk mau duduk bersama dengan pemerintah Indonesia membuat bilateral agreement tentang perlindungan pekerja migran sektor domestik (unskill),” tutur Amelia.
Amelia mengatakan saat ini pemerintah Indonesia sudah membentuk tim advokasi bagi 102 buruh migran yang mendampingi proses pengadilan.
“Meski mereka masih proses sidang di pengadilan, namun hak-haknya tetap dibayarkan,” kata Amelia.
Baca Juga: Adelina, TKI yang Tewas Usai Dipaksa Majikan Tidur Bareng Anjing
Berita Terkait
-
Kalahkan Pesilat Malaysia, Eko Terapkan Taktik 'Parkir Bus'
-
Kalahkan Khaizul, Eko Sumbang Emas Pertama Indonesia Nomor Tarung
-
Kalahkan Malaysia, Duet Sidan-Dwi Sumbang Emas Ketiga Indonesia
-
JALA PRT: Negara Bisa Dituntut atas Tewasnya PRT Migran Adelina
-
Adelina, TKI yang Tewas Usai Dipaksa Majikan Tidur Bareng Anjing
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000