Suara.com - Menyambut Hari Perempuan Internasional, perempuan-perempuan di Spanyol melancarkan aksi mogok kerja di tempat kerja dan juga di rumah.
Komisi 8 Maret yang dibentuk oleh kelompok-kelompok feminisme, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, mengatakan perempuan-perempuan Spanyol akan menggelar aksi melawan kekerasan, pelecehan dan ketimpangan upah.
Aksi itu digelar bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Kamis (8/3/2018) hari ini.
Pernyataan tersebut menyoroti meningkatnya jumlah wanita yang menjadi korban kekerasan laki-laki. Mereka memublikasikan data lebih dari 1.000 perempuan terbunuh di tempat kerja, jalanan, dan bahkan di tempat hiburan dalam 14 tahun terakhir.
Selain itu, mereka juga menekankan perempuan-perempuan imigran tidak mendapatkan perlindungan yang cukup atas pelecehan seksual karena mereka takut akan ditahan atau dideportasi jika melapor.
Menurut pernyataan tersebut, ketimpangan upah di tempat kerja telah mencapai 23 persen.
Pernyataan tersebut juga menyoroti posisi pemimpin yang pada umumnya dimiliki oleh laki-laki, wanita yang lebih banyak bekerja musiman atau paruh waktu dan sedikitnya lapangan kerja untuk wanita.
Larangan Menyetrika dan Mencuci Baju
Selain menyerukan perempuan yang bekerja untuk mengikuti aksi mogok pada Hari Perempuan Internasional, Komisi 8 Maret juga menyarankan para ibu rumah tangga untuk tidak “mengantar anak sekolah, mencuci baju, menyetrika, memasak dan merawat cucu” pada Hari Perempuan Internasional.
Baca Juga: OJK Kritik Porsi Kredit Produktif Bank Daerah Cuma 30 Persen
Dalam hal konsumsi, para perempuan diminta untuk "tidak mengeluarkan uang selain untuk hal wajib seperti air, listrik, transportasi, komunikasi dan makanan, terutama untuk tidak membeli apa pun dari tempat yang memperkerjakan perempuan dalam kondisi-kondisi buruk".
Kepada pelajar, komisi menyerukan mereka untuk “tidak pergi ke sekolah, ingatkan bahwa Anda memiliki hak mogok jika ada ujian untuk menarik perhatian terhadap situasi perempuan dengan melakukan aksi di kampus”.
Wali kota Madrid Manuela Carmena dan Wali kota Barcelona Ada Colau mendukung aksi mogok kerja dengan slogan “Dunia akan berhenti jika kami berhenti” tersebut.
Dua serikat pekerja besar juga menyerukan mogok kerja antara pukul 11.30-13.30 dan 16.00-18.00 untuk mendukung perempuan.
Sebagai bagian dari aksi mogok kerja tersebut juga akan diadakan aksi turun ke jalan di Madrid, Barcelona, Valencia dan Sevilla pada malam hari.
Berita Terkait
-
Koalisi Perempuan Berdemo di DPR Sampai Istana Negara Hari Ini
-
Google Doodle Rayakan Hari Perempuan Internasional 2018
-
FBLP: Perempuan Buruh Dimiskinkan Melalui Kebijakan Upah Murah
-
Protes, Ribuan Perempuan Bakal 'Long March' ke Istana Jokowi
-
Neo Fasis Merajalela, 500 Insiden Islamofobia Terjadi di Spanyol
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis