Suara.com - Massa Forum Umat Islam Revolusioner yang berdemonstrsi di depan DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (19/3/2018) membakar foto Gubernur Anies baswedan. Mereka protes Anies tak dukung tersangka kasus pornografi sekaligus pentolan FPI, Rizieq Shihab.
Dalam aksi teatrikalnya, mereka meminta DPRD DKI Jakarta memanggil Gubernur Jakarta Anies Baswedan agar menyikapi beberapa kasus ulama yang tersandung kasus pidana. Di demo, mereka melakukan aksi sandiwara.
"Bentuk ekspresi keresahan masyarakat terkait para ulama yang terdzolimi, namun Gubernur tidak menanggapi dan hanya diam. Kami berharap kiranya Gubernur DKI Jakarta mampu mengambil kebijakan tegas untuk menyikapi pembantaian terhadap ulama," kata salah satu orator aksi di lokasi.
Dalam aksi sandiwara tersebut, mereka juga melepaskan dua burung dara.
Koordinator Aksi FUIR Dhany Lesy mengatakan pelepasan burung sebagai bentuk ketegasan gubernur agar bangkit melawan oknum yang membantai para ulama tersebut. Ia menyebut Anies hanya berkicau seperti burung dan tidak mampu menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur Jakarta.
"Maka pelepasan burung itu agar burung kembali lagi pada habitatnya yang artinya gubernur dan wakil harus kembali kehabitatnya. Beliau hanya mampu beretorika dan kata-kata manis tapi tidak mampu memberikan pelayanan yang baik untuk warga Jakarta khususnya untuk para ulama," kata dia.
Kemudian massa juga membakar foto Anies dan Sandiaga serta sarang burung. Mereka menilai selama ini Anies hanya 'berkicau', namun tidak mampu menyelesaikan kebijakan atau tanggung jawabnya sebagai Gubernur.
"Pembakaran merupakan wujud bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak layak menduduki balai kota yang megah ini. Wujud kekecewaan, Anies tidak layak menduduki Balai Kota. Ayo kita bakar kandang burung ini, karena Anies dan Sandi sudah terbang ke habitat mereka. Maka sarang mereka harus dibakar agar tidak balik lagi ke sarangnya," kata orator aksi.
Usai membakar foto dan sarang burung, massa membubarkan diri.
Baca Juga: Ke Muara Angke, Anies Baswedan Pungut Sampah Tanpa Sarung Tangan
Berita Terkait
-
Ke Muara Angke, Anies Baswedan Pungut Sampah Tanpa Sarung Tangan
-
Dianggap Khianat, FUIR Minta Anies dan Sandiaga Letakkan Jabatan
-
Didemo Pendukung, Lulung: Anies Sering Perhatikan Rizieq Shihab
-
Tak Bela Rizieq, Anies Didemo Kelompok Ormas Islam Siang Ini
-
Anies Pasang Jaring di Sungai Agar Sampah Tidak ke Teluk Jakarta
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!