Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi mencopot Ajun Komisaris Besar Heru Pramukarno sebagai Kepala Kepolisian Resor Banggai, Sulawesi Tengah.
Pencopotan itu dilakukan setelah anak buah Heru membubarkan paksa ibu-ibu yang berzikir untuk menghalau penggusuran.
Pembubaran ibu-ibu yang berzikir di Desa Tanjung Sari, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwik, Kabupaten Banggai, Sulteng itu, terjadi pada Senin (19/3) dua pekan lalu. Mereka ditembak gas air mata agar bubar.
"Arahan Pak kapolri, sejak Sabtu (24/3), Kapolres Banggai dikeluarkan TR-nya, dicopot untuk pemeriksaan di Mabes Polri,” kata Kepala Divisi Hubungan Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Senin (26/3/2018).
Setyo mengatakan Heru, kekinian masih menjalani pemeriksaan di Propam Mabes Polri, terkait dugaan pelanggaran kode etik dan pidana.
"Ada dua hal kalau polisi salah. Masalah etik dan pidana. Kalau etik diselesaikan dalam sidang etik. Sementara masalah pidana, diselesaikan melalui sidang pidana. Tunggu saja hasil pemeriksaannya,” tuturnya.
Setyo menambahkan, anggota Polres Banggai yang diduga terlibat dalam kericuhan itu juga turut diperiksa.
Kalau terbukti bersalah, Setyo mengungkapkan Kombes Heru bisa diberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat dan dijadikan staf.
Untuk diketahui, dalam kericuhan tersebut, ibu-ibu pengajian membentuk barisan dan melantunkan salawat serta takbir.
Mereka berupaya menahan aparat yang hendak menggusur. Kemudian terjadi bentrokan antara aparat dengan massa.
Polisi akhirnya menggunakan tembakan gas air mata sesaat setelah warga mulai melempar batu ke arah polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual