News / Nasional
Rabu, 04 April 2018 | 08:54 WIB
Survey Indo Barometer di Jakarta. [Suara.com/Lili Handayani]

Suara.com - Berdasarkan Survei Indo Barometer, disimpulkan mayoritas pemilih di Jawa Timur menginginkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk priode 2018-2023. Adapun sebanyak 20.3persen pemilih tidak menginginkan itu.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan jika berdasarkan pertanyaan terbuka calon Gubernur awareness atau kesadaran pemilih yang paling tinggi kepada Gus Ipul sebesar 43,1persen disusul Khofifah Indar Parawansa 34,1persen.

“Sementara nama calon lain, dibawah 2 persen. Seperti Tri Rismaharini 1,9 persen, Azwar Anas 0,9 persen, Puti Guntur Soekarno 0,8 persen dan Edy Rumpoko 0,4persen dan yang menyatakan tidak tahu atau todak menjawab sebanyak 17,9persen,”ujar Qodari, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Berdasarkan pernyataan tertutup terhadap dua nama calon Gubernur Gus Ipul memperoleh dukungan 46,6persen, Kofifah Indar Parawansa 40,8persen. Selisih diantara keduanya 5,8persen, sedangkan yang tidak memilih atau tidak menjawab sebanyak 12,7persen.

Sedangkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gus Ipul sebagai Wakil Gubernur Jatim sebesar 76.5persen. Sedangkan tingkat ketidakpuasan sebesar 14.9persen.

“Angka tingkat kepuasan terhadap wakil Gubernur tergolong tinggi karena mencapai 70persen,”ungkapnya.

Dikatakan Qodari, alasan utama warga suka dengan Gus Ipul karena dekat dengan dengan rakyat atau merakyat dengan persentase 17,1 persen, berpengalaman 8,2 persen, dan tegas 7,9 persen.

“Alasan utama tidak suka, adalah kinerjanya belum terbukti dengan persentase sebesar 20 persen, kurang tegas 20 persen dan kurang dekat dengan rakyat sebesar 10 persen,”katanya.

Sedangkan alasan pemilih menyukai Khofifah Indar Parawansa adalah karena dekat dengan rakyat dengan persentase sebesar 14,4 persen. Berjiwa Sosial dan dermawan 10,1 persen, dan menteri sosial 8,8 persen.

“Selain itu, alasan tidak menyukai karena kurang tegas, itu persentasinya sebesar 19.7persen. kurang berwibawa 13,6persen. Dan alasan lain yaitu wanita kurang pantas menjadi pemimpin dengan persentase sebanyak 9,1persen,”tandasnya.

Load More