Suara.com - Berdasarkan Survei Indo Barometer, disimpulkan mayoritas pemilih di Jawa Timur menginginkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk priode 2018-2023. Adapun sebanyak 20.3persen pemilih tidak menginginkan itu.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan jika berdasarkan pertanyaan terbuka calon Gubernur awareness atau kesadaran pemilih yang paling tinggi kepada Gus Ipul sebesar 43,1persen disusul Khofifah Indar Parawansa 34,1persen.
“Sementara nama calon lain, dibawah 2 persen. Seperti Tri Rismaharini 1,9 persen, Azwar Anas 0,9 persen, Puti Guntur Soekarno 0,8 persen dan Edy Rumpoko 0,4persen dan yang menyatakan tidak tahu atau todak menjawab sebanyak 17,9persen,”ujar Qodari, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).
Berdasarkan pernyataan tertutup terhadap dua nama calon Gubernur Gus Ipul memperoleh dukungan 46,6persen, Kofifah Indar Parawansa 40,8persen. Selisih diantara keduanya 5,8persen, sedangkan yang tidak memilih atau tidak menjawab sebanyak 12,7persen.
Sedangkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gus Ipul sebagai Wakil Gubernur Jatim sebesar 76.5persen. Sedangkan tingkat ketidakpuasan sebesar 14.9persen.
“Angka tingkat kepuasan terhadap wakil Gubernur tergolong tinggi karena mencapai 70persen,”ungkapnya.
Dikatakan Qodari, alasan utama warga suka dengan Gus Ipul karena dekat dengan dengan rakyat atau merakyat dengan persentase 17,1 persen, berpengalaman 8,2 persen, dan tegas 7,9 persen.
“Alasan utama tidak suka, adalah kinerjanya belum terbukti dengan persentase sebesar 20 persen, kurang tegas 20 persen dan kurang dekat dengan rakyat sebesar 10 persen,”katanya.
Sedangkan alasan pemilih menyukai Khofifah Indar Parawansa adalah karena dekat dengan rakyat dengan persentase sebesar 14,4 persen. Berjiwa Sosial dan dermawan 10,1 persen, dan menteri sosial 8,8 persen.
“Selain itu, alasan tidak menyukai karena kurang tegas, itu persentasinya sebesar 19.7persen. kurang berwibawa 13,6persen. Dan alasan lain yaitu wanita kurang pantas menjadi pemimpin dengan persentase sebanyak 9,1persen,”tandasnya.
Berita Terkait
-
Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim
-
Klarifikasi Mekanisme Dana Hibah, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Khofifah 12 Februari
-
Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat