Suara.com - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah petahana Ganjar Pranowo - Taj Yasin akan meminimalisir peredaran isu hoax dengan membuat perpustakaan di tiap desa di Jawa Tengah. Perpustakaan desa diklaim mampu menjadi tempat edukasi masyarakat terkait menangkal isu ekstrimisme yang kerap kurang dipahami.
"Hoax dan ekstrimisme menjamur karena rendahnya literasi masyarakat, kurang baca, dan sedikit bahan bacaan. Perpustakaan salah satu solusinya," kata Taj Yasin di Posko Santri Gayeng, Jalan Sumbing 1 Semarang, Rabu (4/4).
Maka dari itu, putra dari tokoh NU Maimoen Zubair ini ingin gerakan gemar membaca bisa dimulai di lingkungan pedesaan. Aneka bahan literasi buku bisa seputar nasionalisme, bacaan koran, sampai, buku agama yang mudah dipahami.
"Isu ekstrimisme menjadi penting, karena saat ini banyak masyarakat terjebak pada gerakan dan paham ekstrimisme yang justru merugikan Islam itu sendiri," katanya.
"Nanti akan kita buat perpustakaan di setiap desa di Jawa Tengah. Tujuannya supaya muncul gerakan gemar membaca," tambahnya.
Melalui perpustakaan desa, masyrakat bisa disajikan Islam sebenarnya, kaidah perjuangan dan syariatnya. Bagaimana jihad dalam ekstrimisme juga dibenarkan dan batasnya.
"Kami ingin menyajikan, ini lho Islam damai, islam itu rahmatan lil alamin yang bisa bersanding dengan agama lain. Itu sumbernya bisa dibaca di perpustakaan desa," kata paslon nomor urut 1 yang berpasangan dengan cagub Ganjar Pranowo ini.
Lebih dari itu, dia juga ingin mencoba jika perpustakaan itu akan didekatkan ke lingkungan pesantren atau lembaga keagamaan. Lalu para ulama dan santri bisa menyaring buku yang ada. Sehingga tidak ada literasi berpaham ekstrem yang masuk ke masyarakat.
"Para ulama pun bisa mengajari masyarakat Islam yang damai," ujarnya.
Baca Juga: Ramai-Ramai Tolak Salaman dengan Ganjar Pranowo
Yasin menjelaskan jenis buku dalam program perpustakaan bisa diisi buku tentang menangkal paham ekstrem, lalu buku yang juga menumbuhkan nasionalisme.
"Perpustakaan itu harus nyaman untuk masyarakat. Harapannya, perpustakaan bisa jadi ajang tatap muka serta interaksi sosial yang tumbuh di masyarakat," katanya. (Adam Iyasa)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor