Suara.com - Petugas Polsek Cilandak, Jakarta Selatan mendamaikan pembuat video "prank" pocong dengan warga di sekitar Jalan Margasatwa Gang H Beben, Pondok Labu yang sempat viral di media sosial.
"Dari pihak korban video prank sudah memaafkan kejadian tersebut dan tidak menuntut kepada pelaku pembuat video tersebut," kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta, di Jakarta, Jumat (13/4/2017).
Purwanta menjelaskan sempat beredar rekaman video melalui media sosial yang menayangkan warga ketakutan kemunculan pocong di samping kuburan Jalan Margasatwa Raya Gang H Beden RT10/02 Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Berdasarkan penelusuran, korban video prank itu bernama Lilis (39) saat mengantarkan suami melihat pocong mengenakan pakaian serba putih ketika melintasi tempat pemakaman umum pada Kamis (28/3/2018) malam.
Saat melihat pemandangan itu, Lilis berlari dan berteriak namun korban curiga karena di balik tembok terdengar suara orang tertawa. Kemudian Lilis kembali ke lokasi itu memastikan pocong itu hanya kostum.
Lilis menegur orang di sekitar tempat itu agar tidak becanda seperti itu. Namun orang itu berdalih telah meminta izin Ketua RT01/92 Niman. Selanjutnya, petugas mengkonfirmasi Ketua RT Niman yang mengaku tidak mengetahui kegiatan video prank itu.
Petugas Polsek Cilandak mengumpulkan pengurus RW, Niman bersama Lilis dan pembuat video prank bernama Erlangga Alfreda Davian (20) dan 5 orang rekannya pada Kamis (12/4/2018).
Pada pertemuan itu, Erlangga membuat surat pernyataan meminta maaf kepada korban dan warga Gang H Beben, kemudian berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu yang meresahkan warga sekitar.
Menurt Purwanta, video prank berkostum pocong itu merupakan rekaman video aksi jahil yang diunduh melalui Youtube untuk mendapat subscribe dari penonton.
Baca Juga: Fredrich Yunadi Kukuh Minta Saksi KPK Jalani Sumpah Pocong
Berita Terkait
-
Pembunuh Pensiunan TNI di Pondok Labu Diyakini Profesional
-
Viral Kisah Sopir Berlutut di Balai Kota, Ini Kata Sandiaga Uno
-
Hujan Turun, Tindakan Tukang Parkir Ini Menuai Pujian Warganet
-
Singgung Keluarga Besar Persib, Penggawa Persija Minta Maaf
-
Viral Foto di Ranjang Bareng Komika, Ini Kata Soleh Solihun
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Review Perfect Family: Keluarga Sempurna yang Ternyata Menyimpan Rahasia
-
Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau
-
3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang
-
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi
-
Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK
-
Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat
-
Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo
-
Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare
-
Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh
-
Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?