Suara.com - Polisi telah menetapkan lelaki berinisial MN (40) sebagai tersangka terkait aksi persekusi terhadap dua orang anak yang mencuri jaket milik warga di kawasan Harapan Jaya, Bekasi Utara.
"Iya satu orang sudah tersangka. Tadi sudah diekspos," kata Kapolres Kota Bekasi Kombes Indarto di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (13/4/2018).
Indrato menyampaikan, awalnya polisi menangkap tiga pelaku terkait aksi persekusi terhadap dua bocah berinisial AJ (13) dan H (11). Dari hasil pemeriksaan, polisi hanya menetapkan MN sebagai tersangka. Sedangkan, dua orang yang sempat diamankan masih berstatus sebagai saksi.
"Jadi ada 3 orang, tapi hanya satu kita tetapkan tersangka. Dua kita ambil keterangan," katanya.
Aksi persekusi itu terjadi karena warga sudah geram dengan maraknya kasus pencurian di kawasan Rawa Lumbu, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Menurutnya, pencurian jaket yang dilakukan bocah itu terjadi, Minggu (8/4/2018) lalu.
"Memang mencuri jaket. Warga situ kesel karena sebelumnya ada pencurian spion yg disinyalir anak remaja," kata dia.
Indarto menyampaikan ketika dilakukan penangkapan, AJ dan H sempat dipukuli. Bahkan, kedua bocah itu ditelanjangi sambil diarak ke rumah Ketua Rukun Warga.
"Ada yang jambak pukul dan telanjangi," katanya.
Polisi juga masih memburu dua pelaku lain yang dianggap terlibat pemukulan terhadap bocah tersebut. MN ditetapkan sebagai tersangka karena berperan menelanjangi AJ dan H saat tertangkap.
Baca Juga: Prabowo Diarak Bertelanjang Dada, Sandiaga: Tunjukkan Kedekatan
"Nah yang pukul jambak kita cari. Yang telanjangi (MN) udah kita tahan," kata Indarto.
Dalam kasus ini, MN dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan terhadap Orang atau Barang di Muka Umum. Dia terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Nyeleneh, Jasa Bersih-Bersih Rumah Dilakukan Sambil Telanjang
-
Polisi Telisik Kaitan Pembakaran Pos PP dengan Pengeroyokan TNI
-
Kapal Pesiar Bebas Telanjang Dada Siap Berlayar, Berani Coba?
-
Penelanjang Sejoli di Tangerang Dituntut 2 dan 4 Tahun Penjara
-
Hapus Foto Patung Dewi Venus Telanjang, Facebook Mohon Maaf
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
-
Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris