Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon tidak mau ambil pusing hasil survei terbaru dari Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo semakin naik. Sementara elektabilitas Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto semakin turun.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Elektabilitas Jokowi naik menjadi 55,9 dari sebelumnya hanya 46,3 persen. Sedangkan Prabowo turun drastis menjadi 14,1 persen dari 18,2 persen.
"Ya menurut saya nanti kita lihat saja ya. Survei belum tentu merefleksikan apa yang sesungguhnya. Dia hanya menjadi salah satu indikator," kata Fadli di DPR, Jakarta, Senin (24/4/ 2018).
Fadli mengatakan, survei tidak bisa dijadikan indikator naik dan turunnya elektabilitas seorang bakal kandidat. Sebab, dari sekian banyak lembaga survei, selalu menujukkan hasil yang berbeda-beda.
"Apalagi kemudian kalau pertanyaan menjadi sangat tentukan jawaban masyarakat. Lihat saja survei-survei yang ada. Kemarin survei Median saya baca, elektabilitas pak Jokowi 36 persen, pak Prabowo sekitar 20-an persen. Jadi survei ini menurut saya hanya indikator awal," tutur Fadli.
Menurut Wakil Ketua DPR, Pemilu akan berlangsung satu tahun lagi. Indikator-indikator yang ada saat ini, tak bisa dijadikan kesimpulan. Pun demikian juga dengan hasil survei sejumlah lembaga, baiknya disikapi dengan biasa-biasa saja.
"Pada waktunya tentu nanti akan ada kontestasi yang sesungguhnya, ya rakyat yang menentukan. Dan itu masih tahun depan," ujar Fadli.
Fadli menegaskan, pihaknya yakin, Prabowo akan menang pada Pilpres 2019 mendatang. Sebab, publik bisa melihat bahwasanya masih banyak janji-janji kampanye Jokowi pada Pilpres 2014, yang tidak terealisasi.
Selain itu, di bawah kepemimpinan Jokowi, kondisi ekonomi Indonesia tak seperti yang dijanjikan. Bukannya meningkat, malah turun dari kondisi ekonomi di era pemerintahan yang sebelumnya.
"Kehidupan saat ini juga semakin sulit, lapangan pekerjaan susah, harga-harga naik. Saya kira itu tidak bisa diconvert dengan angka statistik untuk menyenangkan (publik). Harusnya dihadapi," kata Fadli.
Fadli juga mengimbau orang-orang terdekat Jokowi, agar senantiasa mengingatkan bahwa Indonesia kini dilanda banyak persoalan yang harus dihadapi. Bukan justru bekerja hanya untuk menyenangkan Jokowi.
"Seharusnya tidak ABS, asal bapak senang. Coba dihadapi dong persoalan-persoalan yang real di masyarakat. Saya menemukan di Sumut, di dapil saya semua rata-rata sama merasakan kesulitan hidup terutama di bidang ekonomi," tutur Fadli.
"Kalau survei, ya saya juga bisa bikin survei yang bikin pak Prabowo itu menang. Gampang," ujar Fadli menambahkan.
Tag
Berita Terkait
-
Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Ulang, Fadli Zon Tegaskan Bukan Ditulis Pemerintah
-
Kemenbud Resmi Tetapkan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional, Total Jadi 313
-
DPR Ajak Publik Kritisi Buku Sejarah Baru, Minta Pemerintah Terbuka untuk Ini...
-
Kemenbud Resmikan Buku Sejarah Indonesia, Fadli Zon Ungkap Isinya
-
70 Cagar Budaya Ikonik Sumatra Rusak Diterjang Bencana, Menbud Fadli Zon Bergerak Cepat
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek