Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, menanggapi permintaan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden untuk dipercepat. Permintaan tersebut disampaikan oleh ketua DPP PKB Lukman Edy beberapa waktu lalu.
Ilham menjelaskan KPU telah mengkaji Pengaturan KPU (PKPU) bahkan hasilnya sudah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota DPR. Namun dikarenakan adanya permintaan tersebut, maka KPU akan segera mengkaji ulang.
"Prinsipnya kita akan kaji dulu baru kemudian kita nanti akan jawab," jelas Ilham saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta pada Selasa (24/4/2018).
Edy mengatakan deadline pendaftaran capres dan cawapres bisa saja diubah akan tetapi KPU harus meninjau ulang perhitungan di dalam PKPU untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran perundang-undangan.
"Nanti kita lihat apakah ada kesalahan. Berarti memang di RDP pun kita mungkin abai dengan perhitungan-perhitungan yang sudah disampaikan oleh Pak Edy dan dia pun ikut terlibat di dalam situ karena dia masih menjadi ketua pansus atau Komisi II," katanya.
Untuk diketahui, ketua DPP PKB Lukman Edy mengusulkan pendaftaran capres dan cawapres dipercepat menjadi 27 Juli sampai 3 Agustus 2018. Padahal dalam PKPU No. 5 tahun 2018, pendaftaran calon presiden ke KPU ditetapkan tanggal 4 sampai 10 Agustus 2018.
Edy menilai PKPU No. 5 tahun 2018 tersebut melanggar beberapa pasal di dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Oleh karena itu, ia menyarankan KPU untuk merubah jadwal pendaftaran capres dan cawapres 2019.
Berita Terkait
-
Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
-
Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU
-
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM