Suara.com - Salah satu perusahaan belanja digita atau ecommerce terbesar di Indonesia, Tokopedia membantah memberikan datanya ke perusahaan dagang Cina. Sebelumnya pernyataan Tokopedia memberikan data ke Cina dipaparkan Tyovan Ari Widagdo, CEO Bahaso.
Dalam wawancara khusus dengan Suara.com pekan lalu, Tyovan mengkritisi soal pengembangan platform lokal yang masih sedikit di Indonesia. Dia mencontohkan Cina yang serius mendorong pengembangan platform lokal, terutama digital.
Menurut Tyovan perkembangan platform lokal akan melindungi data warga negara agar tak dimiliki luar negeri. Dalam wawancara itu, Tyova mencontohkan pembelian saham ecommerce local Tokopedia oleh perusahaan asal Cina, Alibaba. Menurut dia akuisisi saham itu menyebabkan Alibaba bisa mengintip data pelanggan Indonesia yang dimiliki Tokopedia.
"Kita nggak tahu kayak Alibaba masuk Indonesia dan investasi ke Tokopedia, udah mengakuisisi ecommerce local. Data pelanggannya semua lari ke Cina. Cina sudah tau, dia bikin great wall. Arahnya ekonomi. Ini udah keliatan," kata Tyovan.
COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto membantah pernyataan Tyovan. Dia menjamin data pelanggan Tokopedia dilindungi.
Berikut klarifikasi lengkap Melissa kepada Suara.com:
Tokopedia tidak diakuisisi Alibaba. Alibaba Group merupakan pemegang saham minoritas di Tokopedia dan tidak mempengaruhi arah kebijakan Tokopedia sebagai perusahaan yang independen.
Tokopedia memiliki peraturan ketat untuk tidak memberikan data, termasuk business intelligence seperti data pengguna dan data transaksi, ke pihak eksternal manapun, termasuk investor.
Sejalan dengan dengan misi kami untuk mendukung pemerataan ekonomi secara digital, Tokopedia hanya menerima penjual yang berdomisili di Indonesia dan minimal memiliki akun bank dalam negeri. Tokopedia tidak mengakomodasi cross-border, dan tidak menerima penjual dari luar negeri menjual barang ke pasar Indonesia.
Pemberdayaan UKM lokal justru merupakan salah satu fokus utama Tokopedia, salah satunya melalui berbagai program pemberdayaan dan edukasi yang terus kami lakukan dari Sabang sampai Merauke, dimana para pelaku usaha dapat belajar banyak hal, mulai dari strategi bisnis, pengelolaan keuangan, pemasaran online, branding, dll. Dalam beberapa tahun kedepan, kami memiliki target untuk membantu lahirnya brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia. Indikator keberhasilannya, minimal ada brand yang tumbuh bersama Tokopedia mendahului Tokopedia untuk melantai di bursa.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Tokopedia, Gibran Pasarkan Menteri Susi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'