Suara.com - Panitia seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Tujuannya untuk mengukur integritas calon hakim konstitusi pengganti Maria Farida Indrati.
"Bahwa kita juga akan minta masukan KPK dan PPATK di samping kita juga akan ada tim yg akan mengumpulkan data-data dan membuka pengaduan masyarakat," ujar Ketua Pansel Harjono di Lobby Gedung I Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2017).
Selain itu, Harjono mengajak partisipasi media untuk ikut menelusuri rekam jejak calon hakim konstitusi yang nantinya akan diusulkan kepada Presiden Joko Widodo.
"Permintaan saya tadi untuk media massa juga membantu, kalau toh ada calon-calon yang menurut media massa ada catatan-catatan khusus," kata dia.
"Inilah yang bisa kita lakukan karena memang tidak mudah untuk bisa mendapatkan track record dari seseorang itu. Oleh karena itu bantuan media massa kita harapkan," tutur Harjono menambahkan.
Seperti diketahui, salah seorang hakim konstitusi Maria Farida Indrati akan berakhir masa jabatannya pada 13 Agustus 2018, sehingga perlu disiapkan calon penggantinya.
Hakim Maria merupakan satu-satunya perempuan di MK. Apakah penggantinya nanti juga seorang perempuan?
"Persoalan gender, perempuan atau tidak, pada dasarnya kita tidak ada perbedaan, tapi kalau kemudian di dalam seleksi itu kemudian ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan, ya itu nanti akan jadi pertimbangan sendiri," kata Harjono .
Menurut Harjono, pengganti Maria seorang perempuan lagi atau tidak ada di tangan Presiden Jokowi.
Tag
Berita Terkait
-
Adies Kadir Jadi Hakim MK, Benteng Konstitusi Dikepung Kepentingan Politik?
-
Integritas Dipertanyakan, DPR Klaim Adies Kadir Mampu Jaga Kredibilitas Hakim Konstitusi
-
DPR Ubah Agenda Paripurna, Masukkan Penetapan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK
-
Disetujui Jadi Hakim MK, Adies Kadir Sampaikan Salam Perpisahan Emosional untuk Komisi III
-
Dipilih Jadi Calon Hakim MK, Adies Kadir Mundur dari Partai Golkar
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian