News / Metropolitan
Sabtu, 05 Mei 2018 | 12:49 WIB
Sebuah ruko di pinggir Jalan Raya Puncak, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor diberi garis polisi setelah tim Densus 88 menggeberek dan mengamankan tiga orang dari lokasi ini pada, Jumat (4/5/2018). [Suara.com/Rambiga]

Suara.com - Tim Densus 88 Polri pada, Jumat (4/5/2018) malam, menggerebek tiga lokasi berbeda karena diduga terlibat dalam jaringan teroris di Kecamatan Ciawi dan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di lokasi pertama, Densus 88 menggrebek sebuah ruko di pinggir Jalan Raya Puncak, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari lokasi ini, Densus 88 mengamankan tiga laki-laki yang diduga terlibat jaringan teroris. Puluhan anggota Densus 88 bersenjata laras panjang menjaga ketat di sekitar lokasi penangkapan.

Penangkapan terhadap tiga laki-laki ini diungkapkan salah satu warga bernama Yohana. Dia mengaku kaget dengan peristiwa yang dilihatnya semalam.

"Saya lihatnya pas sudah di luar ada tiga laki-laki yang ditangkap. Warga disuruh jangan mendekat, saya sampai jatuh kena dorong polisi," kata Yohana, saat ditemui Suara.com, Sabtu (5/5/2018).

Yohana menjelaskan, kesehariannya ruko itu selalu dalam keadaan tertutup dan hanya ditempati oleh seorang penjaga yang juga turut diamankan Densus 88.

"Walaupun dekat rumah, saya juga tidak tahu siapa di dalamnya, cuma ada yang jagain satu orang. Kalau soal dikontrakin atau enggaknya saya juga kurang tahu. Tiba-tiba ada kejadian semalam aja," jelasnya.

Saat ini, ruko tersebut sudah diberi garis polisi. Pintu besar ruko itu pun nampak tertutup rapat. Tidak terlihat adanya aktivitas baik di dalam maupun luar ruko.

Baca Juga: Kritik Performa Yamaha M1, Rossi: Kami Cukup Menderita

Setelah penangkapan terduga teroris tersebut, tim Densus 88 diketahui juga menggrebek sebuah rumah kontrakan di Kampung Neglasari, Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Di lokasi kedua ini, Densus 88 memeriksa seorang perempuan yang berada di rumah kontrakan itu. Petugas pun melakukan pemeriksaan terhadap perempuan itu untuk dimintai keterangan.

Menurut pemilik kontrakan, Budi mengatakan, perempuan tersebut sudah sekitar tiga bulan tinggal bersama seorang anaknya. Dalam kesehariannya, wanita itu dikenal tertutup dan kurang sosialisasi.

"Dia sama anaknya. Sebelumnya mengotrak di atas terus pindah ke sini. Setahu saya dia bantuin jualan cireng tetangga sebelahnya. Tertutup orangnya jarang ngobrol sama tetangga sekitar," ujar Budi.

Load More