News / Nasional
Sabtu, 05 Mei 2018 | 16:27 WIB
Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyampaikan titah Sabdatama di Bangsal Kencana, Keraton Yogyakarta, Jumat (6/3) [Antara/Agus Nugroho].

Suara.com - Sekelompok orang yang tergabung dalam organisasi “Mbah Wiro”, menggelar aksi di pertigaan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/5/2018).

Aksi itu digelar untuk memprotes kelompok anarko sindikalis, yang merusak pos polisi dan membuat grafiti “Bunuh Sultan” di kawasan tersebut, saat mengikuti aksi Hari Buruh Internasional, Selasa (1/5).

Mereka menyatakan, tidak sependapat dengan demonstran kelompok tersebut karena menggelar aksi May Day secara vandalis sehingga membuat warga marah.

Muhammad Aris Fatturahhman, koordinator lapangan aksi Mbah Wiro menyatakan prihatin atas aksi vandalisme tersebut.

Menurutnya, tindakan demikian telah merusak muruah kebebasan menyampaikan pendapat dan berekspresi.

Mereka juga akan selalu melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan serta kenyaman Yogyakarta.

“Kami siap bekerja sama dengan aparatur negara, baik TNI dan Polri untuk menciptakan Yogyakarta yang aman dan kondusif,” terangnya.

Selain itu, organisasi yang berbasis di Wirobarajan ini, bertekad melindungi Sultan Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur Hamengku Buwono X.

Baca Juga: Survei Populi: Pemilih PKB Lebih Pilih Khofifah - Emil

“Kami hadir, kami tidak terima dengan sikap demonstran. Kami akan menjadi benteng terdepan melindungi sultan,” kata Faturrahman.

Kepala Polisi Sektor Depok Barat Komisaris Sukirin Haryanto yang turun langsung mengamankan jalannya demonstrasi mengatakan, aksi yang dilakukan berlangsung damai.

“Kami akan mengamankan, mereka kami imbau untuk tidak anarkistis, mematuhi apa yang diatur oleh anggota di lapangan,” kat Sukirin. [Somad]

Load More