Suara.com - Insiden pengadangan peserta lomba lari yang melintas di Dusun Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh sejumlah warga, dinilai karena kesalahpahaman belaka.
Sebabnya, warga menilai panitia perlombaan tersebut kurang menyosialisasikan perihal ketentuan kompetisi serta pakaian peserta.
Karenanya, warga menolak pengadangan dan adanya insiden pemukulan pantat seorang perempuan peserta lomba itu sebagai persekusi.
Pengurus Pondok Pesantren Aswaja Nusantara, Dusun Mlangi, Muhammad Mustafid mengaku menyayangkan adanya anggapan warga Mlangi cenderung intoleran.
Padahal, seperti diberitakan Harian Jogja—jaringan Suara.com, kawasan Mlangi memiliki budaya tersendiri karena merupakan kawasan pesantren.
Menurutnya, sudah seharusnya kegiatan yang ada di kawasan tersebut menyesuaikan dengan budaya lokal.
Namun, dalam penyelenggaraan kegiatan lomba lari pada (1/5/2018), belum ada koordinasi dan sosialisasi terhadap warga. Pemberitahuan kegiatan hanya singkat kepada Plt Kepala Dusun Mlangi yang tidak berdomisili di Dusun Mlangi.
“Intinya panitia belum pernah sosialisasi ke warga tentang rute tersebut. Kami sejatinya tidak menolak jika dijadikan rute, namun harus mematuhi adat dan norma yang berlaku. Salah satunya adalah pakaian,” kata dia, Minggu (6/5/2018).
Sementara di lain sisi, kejadian pengadangan pelari acara Lets Run with Physiotherapy Be Better & Healthy yang diselenggarakan oleh Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta itu sebenarnya tidak terjadi di Dusun Mlangi.
Baca Juga: Cak Imin Yakin Jokowi Kalah Jika Tak Menunjuknya Jadi Cawapres
"Kejadian itu secara administratif tidak terjadi di Mlangi, tapi di Dusun Sawahan, dusun sebelah selatan Mlangi, yang bergandengan dengan Mlangi," ujarnya.
Namun, ia mengaku sudah sudah bertemu langsung dengan pemuda yang berada di lokasi kejadian tersebut. Sejumlah pemuda pun telah menjelaskan adanya peristiwa pengadangan tersebut dan siap untuk minta maaf.
"Mereka siap minta maaf jika dianggap berlebihan karena emosi saat itu. Namun panitia mestinya juga minta maaf. Sebab saat ini masyarakat Mlangi merasa disudutkan," ujarnya.
Insiden tersebut menurutnya bukanlah persekusi. Dia menjelaskan, saat itu salah satu rombongan lari lewat utara nembus Mlangi menuju Unisa.
Sebelum masuk Mlangi lewat sebelah utara itu, sudah diingatkan oleh masyarakat agar para perempuan yang bercelana pendek ketat tidak lewat Mlangi. Sebagian ambil rute lain, sebagian nekat tetap lewat.
Ketika lewat Mlangi, ada seorang tua yang mengingatkan baik-baik, tidak digubris. Kebetulan orang tua yang sepuh ini kemudian memakai motor ke arah yang sama dengan pelari sampai memasuki wilayah Sawahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Rp14,15 Triliun Uang Mengalir ke Sulsel, Daerah Mana Paling Banyak Terima?
-
Cara Mengatasi Masalah Baterai Cepat Habis di HP Android, Mudah Dilakukan
-
Viva Milk Cleanser Ada Berapa Macam? Cek Varian dan Fungsi Masing-Masing
-
Pre-Order Samsung Galaxy Fold8 Pakai Kartu Debit BRI, Dapatkan Potongan Hingga Rp4 Juta!
-
Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"
-
Sante' Kaffe FUGO Hotel Banjarmasin Beri Diskon Spesial, Pengguna Brimo Wajib Tahu!
-
Anwar Sadad Mangkir dari Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim
-
Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
-
Timnas Indonesia Bakal Duel Lawan Vietnam, John Herdman: Ujian yang Sangat Berat!