Suara.com - Ketua DPRD Provinsi Jakarta Prasetio Edi Marsudi angkat bicara, setelah dilaporkan mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Zaini Ismail ke Polda Metro Jaya, atas tuduhan penipuan dan penggelapan.
Prasetio mengakui dirinya tak pernah mengenal Ziani, dan tak memiliki urusan di Provinsi Riau.
"Saya tak pernah mengenal si pelapor, tak pernah ada urusan dengan Riau,” ujar Prasetio saat dihubungi wartawan, Senin (7/5/2018).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menilai, tindakan Zaini yang melaporkan dirinya karena ingin mencari popularitas.
"Saya anggap ini orang yang cari perhatian, karena bagaimanapun saya ini ketua DPRD, bisa jadi dia mau dompleng tenar," jelasnya.
Menegnai pelaporan itu, Prasetio menyerahkan kepada kuasa hukumnya yakni Ronny Talampesi.
Zaini melalui pengacara resmi melaporkan Prasetio ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2018. Laporan yang dibuat itu telah tercantum dengan nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum.
Terkait kasus ini, politikus PDIP itu dilaporkan melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.
Baca Juga: Jadi Duda yang Terpenjara, Ini Kondisi dan Guyonan Ahok
Berita Terkait
-
Ketua DPRD Jakarta Diduga Tipu Mantan Sekda Riau Rp 3,2 Miliar
-
Diduga Menipu, Ketua DPRD Jakarta Dilaporkan ke Polisi
-
Ketua DPRD dan Haji Lulung Tak Hadiri Paripurna RPJMD Anies-Sandi
-
Sidang Paripurna, Anies dan Ketua DPRD DKI Berbalas Pantun
-
Pidato di DPRD, Anies Lontarkan Pantun soal Sandiaga Prasetio
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam