Suara.com - Ketua panitia acara Forum Untukmu Indonesia, Dave Revano Santosa mengaku telah memberikan penjelasan terkait kasus tewasnya dua bocah dalam acara pembagian sembako di Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
Hal itu disampaikan Dave usai diperiksa hampir 8 jam oleh penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/5/2018) malam.
"Saya sudah memberi pernyataan saya semua dengan detail dengan segamblang-gamblangnya. Dengan sejujur-jujurnya apa yang terjadi sudah diceritakan semua di dalam dan sudah dituangkan semua dalam BAP. Hari ini cukup lumayan melelahkan karena memakan waktu lumayan lama," kata Dave.
Dia mengklaim panitia penyelenggara acara juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk bisa menggunakan Monas sebagai lokasi acara. Dia pun mengaku panitia pembagian sembako juga sudah memenuhi prosedur soal perizinan dan penggunan lokasi.
"Kita melakukan banyak sekali koordinasi baik lisan maupun tertulis kepada pihak Pemprov dan itu kita lakukan secara intens. Hari itu semua ada beberapa kesepakatan yang sudah kita sepakati termasuk kita membuat surat pernyataan dan pertanggung jawaban lain-lain. Dan itu sudah kita penuhi semua apa yang diminta oleh Pemprov sebagai bentuk tanggung jawab, kita penuhi semua. Sehingga tanggal 28 itu acara bisa berlangsung dengan baik," kata dia.
Pengacara Dave, Henry Indraguna juga mengaku ada sebanyak 25 pertanyaan yang diberikan penyidik saat kliennya menjalani pemeriksaan. Puluhan pertanyaan itu berkaitan dengan izin penggunaan lokasi dan izin keramaian
"Inti fokusnya dari pertanyaan itu fokus kepada perizinan dan jelas di sini kami sudah memberikan kepada penyidik perizinan yang dimaksud Pergub pasal 186 ayat 6 sudah kami penuhi dan kami buktikan tadi, sudah keluar surat izin keramaain dari kepolisian. Jadi surat izin kepolisian sudah keluar terus selanjutnya izin pemakaian lokasi dari PT Konas sudah keluarkan. Jadi ini yang paling final," kata Henry.
Dia pun menilai, bila acara pembagian sembako tak mengantongi izin, maka acara bertemakan "Untukmu Indonesia, Berkarya dalam Harmoni" pasti akan dihentikan pihak kepolisian.
"Logikanya paling gampang kalau tidak sesuai untuk izin ya hentikan. Apakah dihentikan atau tidak? Kan tidak," kata dia.
Selain Dave, polisi juga ternyata telah memeriksa perwakilan dokter RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Namun, usai diperiksa, perwakilan dokter RSUD Tarakan itu tak menjelaskan materi pemeriksaan. Salah satu dokter bernama Indra hanya menyampaikan, pihaknya sudah menyerahkan berkas yang berkaitan dengan rekam medis dua bocah yang meninggal dunia di acara pembagian sembako tersebut.
"Tadi kita hanya serahkan berkas-berkas. Untuk info lebih lanjut itu pihak RS Tarakan. Berkas-berkas sudah kita kasih," kata Indro.
Polisi tetap mengusut kasus sembako maut meski, Komariah, ibu kandung mendiang Rizki Saputra (10) telah mencabut laporan.
Alasannya, sebelum Komariah melaporkan ke Bareskrim Polri, penyidik dari Polsek Gambir, Jakarta Pusat, sudah membuat laporan model A atas insiden pembagian sembako maut tersebut.
Tewasnya dua bocah ini terjadi di acara pembagian sembako yang digagas Forum Untukmu Indonesia di Monas, Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (28/4/2018). Kedua bocah bernama Rizki dan Mahase Junaedi meninggal dunia diduga akibat berdesak-desakan saat antre menukarkan kupon sembako.
Kedua bocah itu dinyatakan tewas setelah mendapatkan tindakan medis di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.
Berita Terkait
-
Review Drama Stranger, Ketika Jaksa dan Polisi Melawan Korupsi Elite Politik
-
TNI Buka Suara soal Dugaan Penganiayaan Polisi di Palmerah
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Saat Korban Pencurian Harus Mengingatkan Polisi Akan Tugasnya
-
Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Pemberantasan Tramadol Ilegal, Dedi Mulyadi Minta Aparat dan Warga Bergerak Bersama
-
Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli
-
Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC
-
Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng
-
Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban
-
Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu
-
Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912