Suara.com - Seorang warga bernama Daniel Valen Manuel (38) menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan massa yang menggunakan atribut Pemuda Pancasila. Pengeroyokan itu dilakukan di Perempatan Islamic, Kelapa Dua, Tangerang Selatan, Senin (7/5/2018) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, aksi pengeroyokan itu terjadi saat korban bersama rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor.
"Saat di TKP, (korban) diadang oleh sekelompok orang dengan menggunakan atribut ormas," kata Argo, Selasa(8/5/2018).
Dari keterangan sementara, kata Argo, kelompok ormas beratribut PP itu meneriaki korban dan rekannya dengan sebutan salah satu etnis di Indonesia bagian Timur.
Tak lama, setelah itu Daniel bersama dua rekannya bernama Krisna Tomasoa dan. Sepryanus A. Natonis langsung dikeroyok dengan menggunakan balok kayu.
"Atas kejadian tersebut, korban mengalami kuka di bagian kepala dan memar pada maata kiri," kata Argo.
Perihal pengeroyokan itu, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kepala Dua, Tangerang. Terkait laporan itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pengeroyokan.
Berita Terkait
-
Viral! Polisi Berpakaian Preman Bersenjata Api Keroyok Satpam
-
Keroyok Maling Kotak Amal Hingga Kojor, Lima Warga Terancam Dibui
-
Polisi Telisik Kaitan Pembakaran Pos PP dengan Pengeroyokan TNI
-
Lempar Prajurit TNI Pakai Durian, Anggota PP Jadi Tersangka
-
Pembakar Mobil dan Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Masih Misterius
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan