Suara.com - Lelaki paruh baya berinisial HS (57) yang ditangkap karena membawa senjata tajam jenis badik di kantor Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya ternyata bekerja sebagai pemotong hewan ternak alias penjagal.
"Jadi yang bersangkutan setelah kita tanya, yang bersangkutan pernah tinggal di Jakarta Selatan. Kemudian dia ada di Waleri Jawa Tengah, karena itu ya yang bersangkutan kerjanya memotong ayam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (17/5/2018).
Dari pemeriksaan sementara, kata Argo, alasan HS ke kantor Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat untuk memperpanjang kepengurusan SIM. Argo menambahkan, lelaki tersebut juga sedang melengkapi administrasi untuk pengurusan KTP di kawasan Jakarta Selatan.
"Karena yang bersangkutan habis SIM nya maka dia ke Jakarta mengurus KTP di Jaksel, ternyata kemarin menginap di masjid Satpas di sana," kata dia.
Kepada polisi, kata Argo, alasannya membawa badik ke dalam area kantor polisi untuk berjaga-jaga. Polisi tak menemukan indikasi HS terlibat dalam kelompok teroris. "Dia motifnya membawa sajam untuk jaga diri saja," katanya.
Atas kepemilikan senjata tajam tersebut, HS kini dijerat Undang-Undang Darurat. Kini, lelaki paruh baya itu harus menjalani penahana di rumah tahanan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Kita kenakan UU Darurat," kata Argo.
Polisi meringkus HS lantaran kedapatan membawa sajam yang disimpan di dalam tas. Penangkapan itu dilakukan saat petugas mencurigai gerak gerik HS saat tiba di kantor Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakbar, Selasa (15/5/2018) kemarin.
Saat digeledah, HS lantas membuang badik ke arah luar Masjid Al Amanah yang terletak di area kantor Satpas SIM Daan Mogot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!