Suara.com - Terduga teroris bernama Muhammad Choir, yang ditangkap di kiosnya, Jalan Gempol Raya RT 04 RW 02, Kunciran Induk, Kota Tangerang, Banten, membuat gempar para tetangganya.
Sebab, mereka mengakui Choir adalah orang baik. Sementara tetangganya yang perempuan mengenal pemilik kios jahit Duta Konveksi itu sebagai “mas tampan”.
"Sewaktu digerebek, Rabu (16/5), kami kaget. Katanya ada teroris. Saya sendiri kaget, karena tak tahunya yang ditangkap si mas ganteng,” kata Sari, warga setempat, seperti diberitakan Bantennews—jaringan Suara.com, Kamis (17/5/2018).
Ia menuturkan, tak pernah menyangka Choir terlibat dalam kelompok teroris. Sebab, menurutnya, paras lelaki itu tidak ada “potongan” teroris.
"Ya bagaimana ya, wajahnya bersih, cakep. Cewek-cewek di sini biasa memanggilnya mas ganteng,” tambahnya.
Sementara Ketua RT setempat, Nalim, mengatakan Choir mulai mengontrak kios jahit kurang lebih sejak setahun terakhir.
“Tapi, sejak mengontrak, dia belum pernah melapor ke saya mengenai kedatangannya ke wilayah ini,” kata Nalim.
Karenanya, Nalim mengakui tak mengetahui asal daerah Choir. Begitu juga rumah si lelaki, Nalim pun tak tahu.
“Kalau laporan warga sih, orang itu mengaku dari seberang, Sumatera,” tandasnya.
Baca Juga: Mahasiswa dan Pemuda Hindu Ngobrol soal Terorisme dengan Jokowi
Sementara Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, tiga terduga teroris yang digrebek di Tanggerang, merupakan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jakarta.
Selain Choir, polisi menangkap berinisial G dan A. "Ini kelompok JAD Jakarta," kata Setyo.
Setyo mengungkapkan, ketiga orang yang ditangkap Densus 88 Anti Teror bukan kerabat atau keluarga.
"Ini bukan satu keluarga," ujar Setyo.
Berdasarkan Informasi yang terhimpun, untuk lokasi pertama di Jalan Gempol, aparat membawa sepasang suami istri. Sementara di Duta Bintaro ditangkap dua laki-laki.
"Kami mengamankan 4 orang, satu perempuan, istri MC. Tapi yang perempuan hanya dimintakan keterangan, yang ditangkap tiga,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Asap Mengepul, Tiba-tiba Angkot Terbakar di Jalan MH Thamrin
-
Tiga Terduga Teroris yang Ditangkap di Tangerang dari JAD Jakarta
-
Ini Dia Terduga Teroris yang Ditangkap di Tangerang
-
Gerebek Teroris Kunciran Tangerang, Densus 88 Tangkap Perempuan
-
Gerebek Teroris Kunciran, Densus 88 Temukan Peralatan Jahit
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Terkini
-
7 Fakta Adu Jotos Guru vs Siswa di Jambi: Dari Kata 'Miskin' Sampai Ancam Pakai Celurit
-
Menteri PU Ungkap Kebutuhan Anggaran Perbaikan Infrastruktur Sumatra Capai Rp74 Triliun
-
Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar
-
Jakarta Tambah 40 e-TLE Handheld Presisi, Polisi Perluas Penindakan Digital di Jalan Raya
-
Walhi Ungkap Parahnya Bencana Ekologis Aceh Tamiang, Negara Baru Hadir Sepekan Kemudian
-
DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!
-
Pemerintah Cuma Mikir Cuan, JATAM: Sumatra Akan Tetap Diterpa Bencana Meski Tak Ada Hujan Ekstrem
-
Tak Ada Kata Maaf, Kasus Ijazah Palsu Jokowi yang Menjerat Eggi Sudjana Resmi Dihentikan Polisi
-
Iran Bergejolak, DPR Peringatkan 'Aktor Asing' dan Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI
-
Legislator PKS Dorong Pembahasan RUU Perampasan Aset Harus Transparan dan Junjung Tinggi HAM