Suara.com - Kepolisian Daerah Bali mengajak pecalang atau aparat keamanan desa untuk menjaga Pemilihan Kepala Daerah 2018. Tapi polisi tetap memimpin keamanan selama Pilkada 2018 di Bali.
Kapolda Bali Irjen Pol Reinhard Petrus Golose mendeklarasikan pecalang dan Bhabinkamtibmas se-Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (23/5/2018).
“Tujuanya Pilkada Bali ini aman bisa dilaksanakan dengan baik. Sampai saat ini tidak ada hal-hal yang menonjol terjadi,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku berterimakasih bahwa masyarakat Bali sudah mengikuti proses-proses Pilkada. Kemudian yang paling penting menyikapi situasi dan kejadian-kejadian di tempat lain.
“Kami rasa juga perlu menyiagakan masyarakat bersama-sama petugas keamanan ketertiban dari kami polisi dan didukung stakeholder baik TNI dan pemerintah. Bahwa Bali ini rentan resiko gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Dalam deklarasi tersebut dihadiri oleh 1.770 pecalang dan ratusan anggota babinkamtibmas.
Sementara itu Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesa mengaku dari awal sudah berkoordinasi dengan Polda Bali untuk mengamankan Pilkada Bali. Ada 45 ribu orang pecalang se-Bali yang akan dilibatkan untuk mengamankan Pilkada dan Pemilu.
"Kami ada pecalang 45 ribu orang, mereka akan mengamankan Pilkada Bali dan Pemilu," kata dia.
Berita Terkait
-
Simpan Narkoba Dalam Dispenser, Pemuda Tanggung Diringkus Polisi
-
Bungkusan Diduga Bom Ditemukan di Depan Kantor Gubernur Bali
-
Bom Meledak di Surabaya, Bali Khawatir Kunjungan Wisatawan Turun
-
Bom Gereja Surabaya, Pintu Masuk Bali Dijaga Ketat dari Teroris
-
Bagaimana Peran Media Agar Pilkada dan Pemilu Berjalan Damai?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup