Suara.com - Pelaku pembunuhan bocah dalam karung berisnial RV (15) mengaku nekat menghabisi nyawa Grace Gabriela Bimusu (6) lantaran memiliki dendam terhadap ibu korban yakni Immi Nancy Elisa.
"Berdasarkan pengakuan dari tersangka, dia nekat membunuh karena merasa dendam terhadap ibu korban," kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, Jumat (25/5/2018).
Meski demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait pemicu dari dendam anak yang baru saja lulus SMP tersebut. Sehingga nekat melampiaskannya kepada kroban Grace.
"Sementara itu, karena dendam kepada ibu korban. Kita utarakan nanti dipersidangan," tambahnya.
Sementara, terkait kronologi pembunuhan tersebut, RV diketahui bekerja sendiri mulai dari membekap wajah korban hingga meningg hingga membungkus jasad korba dan membuangnya di kebun kosong.
"Semua dilakukan sendiri. Jadi RV ini membunuh korban di rumahnya saat kondisi sepi, ayahnya kerja dan ibunya mengantar adiknya sekolah. Korban dibunuh dengan cara dibekap, lalu dibungkus dengan karung dan dibuang oleh pelaku di kebun," jelasnya.
Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut termasuk memeriksa hasil otopsi dengan tim dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya kekerasan seksual yang dialami korban
"Untuk ada atau tidaknya kekerasan seksual kita akan mendalami dari hasil otopsi dengan tim dokter. Yang pasti korban meninggal karena lemas," tandasnya.
Kuasa hukum keluarga Grace, Tobbyas Ndiwa menduga RV bukan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan ini. Orangtua pelaku disinyalir juga ikut terlibat kasus pembunuhan ini.
"Kami berasumsi bahwa pelaku RV ini bukan pelaku tunggal. Ada pihak lain yang membantu dalam pidana ini dalam artia orangtuanya juga terlibat kasus ini," kata Tobbyas kepada Suara.com.
Tobbyas menjelaskan kecil kemungkinan seorang anak yang baru lulus SMP melakukan pembunuhan sendiri mulai dari membekap korban hingga tewas, membungkusnya dengan karung dan membuang jasadnya ke kebun di sekitar lokasi.
Pihaknya meminta agar polisi tidak terlalu prematur menentukan RV pelaku tunggal. Tobbyas berharap agar kasus ini diungkap secara tuntas termasuk ada atau tidaknya kekerasan seksual yang dialami korban sebelum tewas dibunuh oleh pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan