Suara.com - Ketua Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT), Gus Fahrur Rozi menyesalkan adanya fatwa fardhu ain (wajib) yang dikeluarkan segelintir ulama di Madura untuk mendukung pasangan Cagub-Cawagub Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
FK3JT pun mendesak agar fatwa tersebut secepatnya dicabut. Sebab yang berwenang mengeluarkan fatwa adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Beberapa hari yang lalu, kami mendengar di media online tentang adanya fatwa sebagian ulama untuk memilih pasangan calon tertentu di Pilgub Jatim. Kami sangat menyayangkan fatwa itu dan minta agar dicabut," ujar Gus Fahrur saat ditemui di Bangi Kopi Surabaya, Minggu (27/5/2018).
Pihaknya memohon kepada seluruh elemen masyarakat Jawa Timur terutama kepada ulama yang mana mereka dijadikan panutan. Hal itu untuk menjaga ulama agar tidak sembarangan mengeluarkan statemen yang berbau politik.
"Ulama itu menjadi panutan, sehingga kalau mengutarakan statement harus hati-hati apalagi terkait Pilgub," katanya.
Dalam pertemuan itu, turut hadir Sekretaris FK3JT Gus Islahul Hidayah (Pengasuh Ponpes Al Alawiyah Turen-Malang), Gus Kholili Cholil (Ponpes Syaichona Kholil Bangkalan), Gus Imam Asy'ari (Ponpes Al Qodiri Jember), Gus Nidzom (Ponpes Al-Masy'u Pasuruan), dan Gus Zainul (Ponpes Al Islahiyah Ngoro Mojokerto).
Sebelumnya, ratusan kiai di Pulau Madura, Jawa Timur menyatakan dukungan kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Dukungan ini bahkan termaktub dalam sebuah fatwa yang diteken sejumlah pengurus pondok pesantren di Madura.
Fatwa tersebut ditanda tangani di Pondok Pesantren At Taroqqi, Sampang, Sabtu (19/5/2018), dalam fatwa tersebut menyebutkan bahwa pasangan Khofifah-Emil dianggap lebih kompeten dan profesional memimpin Jawa Timur dari pada lawannya.
"Menyeru dan memfatwakan fardhu 'ain kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk memilih paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dalam Pilgub Jatim 2018," bunyi fatwa bernomor 1/SFMM/V/2018 yang dibacakan Kiai Shiddiq (Wakil Ketua PWNU Jatim) saat itu.
Dalam fatwa tersebut juga mengklaim merujuk pada Alquran dan kitab. Seperti Kitab al-Bujairimi 'alal Khotib dan Kitab as-Sunanul Kubro lil Iman Baihaqi yang menerangkan barang siapa yang memilih seorang pemimpin di antara yang dipimpinnya adalah orang-orang muslim dia tahu bahwa ada orang lain yang tidak dia pilih lebih baik dari yang dia pilih, maka sungguh dia berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin. (Moh Ainul Yaqin)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21
-
Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka