Suara.com - Pemimpin harus amanah. Pemimpin harus menularkan sikap amanahnya tersebut pada aparat di bawahnya dengan menjalin komunikasi harmonis, meningkatkan kesejahteraan bawahannya, membina mental aparat melalui pengajian rutin, dan pengawasan penggunaan anggaran secara langsung.
“Dengan kepemimpinan yang amanah itu, 278 penghargaan dari pemerintah pusat, swasta, maupun dunia Internasional berhasil diraih oleh pemerintah Jawa Barat selama 10 tahun ini,” ujar Gubernur Jabar, Ahmad Herwayan (Aher), dalam "Ramadhan Public Lecture 2018".
Kegiatan dengan tema "Menyongsong Masa Depan Indonesia Berkeadaban dalam Perspektif Penyelenggaraan Birokrasi yang Amanah" ini digelar di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (26/5/2018).
Menurut Aher, untuk meningkatkan kesejahteraan ASN, gubernur bisa menerapkan sistem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). TPP merupakan konversi atau transformasi kebijakan honorarium menjadi tambahan penghasilan bagi pegawai, yang distribusinya disesuaikan dengan kinerja dan jabatan. Pengukurannya berdasarkan k inerja berbasis SKP dan online system.
"Kesejahteraan pegawai merupakan salah satu motif atau alasan terjadinya tindak pidana korupsi. TPP merupakan salah satu instrumen untuk menyelesaikan masalah mis-orientasi kerja pegawai, inefesiensi APBD, dan rendahnya kinerja pemerintah,” jelas Kang Aher, panggilan akrab Aher.
Menurutnya, dasar hukum TPP adalah Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005, Permendagri No. 13 tahun 2006, dan Peraturan Gubernur No. 119 Tahun 2009, dan perubahannya, serta peraturan daerah No. 20 tahun 2012.
Untuk pengawasan, ujar Aher, ia menyatakan tak segan untuk turun langsung mengecek rancangan anggaran ke setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengaku, meneliti betul masalah anggaran, karena ingin anggaran tersebut efisien dan ramping, tapi bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya corat-coret anggaran yang tidak perlu. Ternyata angka anggaran yang tidak perlu, cukup besar. Kita manfaatkan itu ke bidang lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan jalan, atau infrastruktur," jelasnya.
Ia mencontohkan bidang pendidikan. Selama kepemimpinannya, bidang pendidikan telah menyentuh capaian yang mengembirakan.
Pada 2013, indeks pendidikan sebesar 58,08 poin, sedangkan pada 2017 menjadi 62,19 poin. Demikian pula dengan angka harapan lama sekolah, meningkat 0,95 tahun, dari 11,81 pada 2013 menjadi 12,76 tahun pada 2017.
Angka partisipasi kasar sekolah menengah meningkat dari 72,68 persen pada 2013-2014, menjadi 81,25 persen pada 2017-2018.
Pada kurun waktu RPJMD 2013-2018, telah direalisasikan juga pembangunan ruang kelas baru (RKB) bagi SMA/SMK/MA negeri, swasta, dan pesantren sebanyak 12.243 unit. Jumlah ini telah melampaui target janji gubernur sebanyak 10.000 unit.
Dalam upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat Jabar untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, telah dibangun juga 866 RKB bagi perguruan tinggi swasta, dan beasiswa bagi 4.640 siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Di bidang kesehatan, peningkatan kualitas layanan kesehatan serta perluasan akses pelayanan kesehatan, dialokasikan pembiayaan sebesar 10 persen dari APBD. Dengan penganggaran itu, banyak hal yang telah dicapai, diantaranya jumlah puskesmas yang sudah terakreditasi, yaitu mencapai 298 puskesmas dan 87 rumah sakit terakreditasi.
"Rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi sesuai standar mencapai 88 rumah sakit, dan penduduk dengan jaminan kesehatan mencapai 71,62 persen," sebut Aher.
Sementara kondisi jalan di Jabar, dalam kurun waktu 2013- 2016 , ruas jalan provinsi mencapai , m1,975.664 km.enyentuh capaian 98, 01 persen mantap (kondisi baik) sepanjang 1,936.357 km. Adapun jalanan tidak mantap (rusak ringan dan berat) sepanjang 39.307 km.
Berita Terkait
-
Jamin Proses Pelaksanaan SPMB Lancar Sampai Tahap Akhir, Gubernur Jabar Sempurnakan Pelaksanaannya
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Dedi Mulyadi Datang ke KPK: Ada Apa dengan Sungai dan Hutan Jabar?
-
Heboh usai Disidak Dedi Mulyadi, Eks Pimpinan KPK Sindir Iklan Aqua: Fakta atau Fiksi?
-
Polemik Dana Pemprov yang 'Parkir': Mengapa Jabar Bantah, DKI 'Jujur', dan BI Buka Data?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga